AMBON, PT- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMP Negeri 19 Ambon, Senin (17/8/2026), menjadi momentum untuk menanamkan semangat nasionalisme, disiplin, persatuan, dan karakter kepada seluruh peserta didik.
Dalam amanat pembina upacara, Adeltjie B. Abarua, S.Pd., menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni pengibaran Bendera Merah Putih, tetapi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan melalui tindakan nyata.
Upacara tersebut mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, yang dinilai memiliki makna penting bagi generasi muda, khususnya para siswa sebagai penerus bangsa.
“Puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, pada hari ini Senin, 17 Agustus 2026, kita dapat bersama-sama melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dalam keadaan sehat dan penuh semangat kebangsaan,” ujar Adeltjie dalam amanatnya.
Di hadapan para guru, tenaga kependidikan dan peserta didik SMP Negeri 19 Ambon, Adeltjie mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan.
Menurutnya, para pahlawan telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda, bahkan jiwa dan raga demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Karena itu, generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.
“Pertanyaan penting bagi kita adalah, apa yang sudah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?” katanya.
Ia menegaskan, kemerdekaan bukanlah tujuan akhir, melainkan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama membangun bangsa yang kuat, mandiri, adil, dan sejahtera.
Adeltjie menjelaskan, kata berdaulat berarti bangsa Indonesia harus mampu berdiri di atas kekuatan sendiri, percaya terhadap kemampuan bangsa, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpecah oleh berbagai perbedaan.
Sementara adil, berarti setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berprestasi, dan meraih cita-cita tanpa membedakan suku, agama, bahasa, daerah maupun latar belakang.
Sedangkan makmur, menurutnya, diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang sejahtera, pendidikan berkualitas, lingkungan yang aman, serta generasi muda yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, karakter dan akhlak yang baik.
Adeltjie menegaskan, para siswa SMP Negeri 19 Ambon merupakan bagian penting dari masa depan Indonesia.
Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan senjata, maka perjuangan generasi muda saat ini dilakukan melalui pendidikan, pembentukan karakter, prestasi, persatuan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk kebaikan.
“Jangan mengatakan, ‘Saya masih seorang siswa, saya belum bisa berbuat apa-apa untuk Indonesia.’ Justru dari sekolah inilah perjuangan itu dimulai,” tegasnya.
Ia mencontohkan, ketika siswa datang ke sekolah tepat waktu, mereka sedang belajar disiplin. Ketika menghormati guru dan orang tua, mereka sedang membangun karakter bangsa.
Begitu pula ketika menjaga kebersihan sekolah, siswa sedang belajar bertanggung jawab. Sementara ketika menjaga persahabatan meskipun memiliki perbedaan suku, agama, bahasa dan karakter, mereka turut menjaga Indonesia tetap bersatu.
Dalam amanatnya, Adeltjie juga mengingatkan para siswa agar menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.
Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, berkomunikasi secara positif dan menunjukkan prestasi, bukan untuk menyebarkan berita bohong, melakukan perundungan atau bullying, menghina teman, melakukan kekerasan maupun membangun permusuhan karena perbedaan.
Ia mengajak para siswa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, santun, disiplin, kreatif, mandiri dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Adeltjie juga memotivasi para siswa untuk terus belajar dan berani bermimpi. Menurutnya, di antara para siswa SMP Negeri 19 Ambon saat ini, kelak dapat lahir guru, dokter, ilmuwan, TNI, Polri, pengusaha, pemimpin daerah hingga pemimpin bangsa Indonesia.
“Masa depan Indonesia berada di tangan kalian,” pesannya.
Karena itu, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi titik awal bagi seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Ia mengajak para peserta didik untuk belajar lebih giat, berprestasi lebih tinggi, berkarakter lebih kuat, bersatu lebih kokoh, dan berkarya untuk Indonesia.
Lebih lanjut, Adeltjie menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kemerdekaan, katanya, dapat diwujudkan dengan merdeka dari kemalasan, merdeka dari kebodohan, merdeka dari perundungan, merdeka dari kekerasan, merdeka dari intoleransi serta merdeka dari berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Ia berharap SMP Negeri 19 Ambon dapat menjadi tempat tumbuhnya generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter.
“Mari kita jadikan SMP Negeri 19 Ambon sebagai sekolah yang melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, berprestasi, cinta tanah air dan siap membangun Indonesia,” ajaknya.
Menutup amanatnya, Adeltjie mengajak seluruh warga sekolah menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai dari lingkungan sekolah.
“Dari sekolah kita, dari kelas kita, dari diri kita, kita mulai membangun Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur,” pungkasnya. (PT)








