Home / Economy

Senin, 6 April 2026 - 19:15 WIB

Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada

YOGYAKARTA, PT-  Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.

Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM).

Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/03/2026).

Dalam pemaparannya, Harwan menyampaikan bahwa penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.

Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.

“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika, dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.

Baca Juga  BPPRD Kota Ambon Klarifikasi dan Beri Pemahaman Terkait Seruan Aksi 

“Selain itu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam penyampaianya, Harwan juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan.

Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko.

Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat.

Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang.

Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri.

Baca Juga  Ambon Masuk Lokus Percepatan Digitalisasi Bansos, Ini Strategi dan Peran OPD

“Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Prof. Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM.

Menurutnya, program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional sebagai guest lecturer.

Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di ruang kelas.

Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, S.E.,Ak., M.Si., M.A., Ph.D., ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB uGM, Prof. Eko Suwardi, MSc., Ph.D.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

KPw BI Maluku Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Bersama Pemda

Economy

Dewi Aryani Suzana dan Harwan Muldidarmawan Terpilih Sebagai The Next Future Leader 2025 oleh Infobank Media Group

Economy

WUJUDKAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN, BANDARA PATTIMURA AMBON TANAM 1.366 BIBIT POHON MELALUI PROGRAM INJOURNEY AIRPORTS ALAM LESTARI

Economy

OJK DAN GEREJA PROTESTAN MALUKU GELAR TOT PENGGERAK DUTA LITERASI KEUANGAN

Economy

Pertamina Patra Niaga Tambah 1 SPBU di Saumlaki Sebagai Komitmen Pemerataan Energi

Economy

Bantu Pemerintah Lewat TJSP, Perusahaan Swasta, BUMN dan BUMD Terima Penghargaan

Economy

SBAM Life Festive Ke- 2 Hadir di Ambon: Workout, Pound, dan Hiburan Seru dalam Satu Event

Economy

Sejarah Baru, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Raih PROPER Emas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan