Home / Economy

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:32 WIB

Inflasi Provinsi Maluku Mengalami Peningkatan

Oplus_131072

Oplus_131072

Ambon, PT- Provinsi Maluku mengalami inflasi sebesar 1,49% (mtm) pada Juni 2026,  meningkat dibandingkan realisasi inflasi bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,93% (mtm).

Demikian Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Surya Alamsyah kepada media di Ambon melalui rilis yang diterima, Kamis (2/7/2026)

Secara spasial, seluruh Kab./Kota IHK Provinsi Maluku, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Kota Ambon, dan Kota Tual mencatatkan inflasi (mtm) masing-masing sebesar 1,82%, 1,28%, dan 1,51%. Secara tahunan, inflasi Provinsi Maluku tercatat sebesar 3,80% (yoy), atau berada di atas rentang sasaran target inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,27% (yoy).

Capaian inflasi bulan ini utamanya bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau serta Kelompok Transportasi dengan andil inflasi (mtm) masing-masing sebesar 0,90% dan 0,52%.

Inflasi pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terutama disumbang oleh peningkatan harga komoditas hortikultura utamanya bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah dengan andil masing-masing (mtm) sebesar 0,17%, 0,14%, dan 0,14%.

Baca Juga  4 (EMPAT) TAHUN BERTURUT-TURUT PT ANGKASA PURA INDONESIA CABANG BANDARA PATTIMURA KEMBALI RAIH PENGHARGAAN BANDARA TERBAIK DI ASIA PASIFIK

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya masa puncak panen di tengah kondisi curah hujan yang mulai meningkat sehingga memengaruhi kondisi pasokan.

Lebih lanjut, peningkatan harga pada kelompok Transportasi terutama disumbang oleh kenaikan harga bensin dengan andil (mtm) sebesar 0,30% seiring dengan penyesuaian harga BBM non subsidi pada 6 Juni 2026 serta kenaikan tarif angkutan udara dengan andil (mtm) sebesar 0,18% didorong oleh tingginya permintaan pada periode libur serta penyesuaian biaya fuel sucharge.

Melihat hal tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mengoptimalkan pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi, antara lain melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Ke depan, upaya pengendalian inflasi komoditas pangan akan terus disinergikan secara berkelanjutan bersama TPID sepanjang tahun 2026, dengan mengacu pada penguatan empat pilar utama pengendalian inflasi (4K), yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Langkah pengendalian tersebut mencakup pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras SPHP BULOG, dan sidak pasar untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan pangan.

Baca Juga  Penilaian ADWI 2024, Mitra Binaan CSR Pertamina Terima Kunjungan dari Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif di Negeri Laha

Upaya tersebut turut didukung dengan penyaluran bantuan alat dan benih padi oleh Kementerian, pelaksanaan panen raya padi, serta peningkatan serapan gabah/beras oleh BULOG.

Dari sisi distribusi, dilakukan optimalisasi layanan penyeberangan ASDP guna mendukung kelancaran distribusi bahan pangan.

Selain itu, penguatan koordinasi dilaksanakan melalui Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Pusat–Daerah, sidak pasar terhadap fungsi fasilitas dan pengawasan rantai distribusi di Pasar Mardika, serta pemantauan harga komoditas hortikultura secara berkala oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Kelola THR dengan Jurus HAATA, Matitaputty :  Hindari ALAY dan ABAI, Terapkan AWAS!

Economy

NTP Maluku September 2024 Turun Sebesar 1,89 Persen

Economy

Swiss-Belhotel Ambon Gelar Kerja Bakti Jelang HUT ke-15, Perkuat Sinergi dengan Warga Sekitar

Economy

Awak Mobil Tanki Pertamina Papua-Maluku Siap Jaga Kehandalan Energi

Economy

OJK dan BI Tandatangani MOU Pengalihan Tugas Pengaturan Aset Keuangan Digital

Economy

Gelar School of Syariah, OJK Maluku Dorong Literasi Keuangan  Melalui GERAK SYARIAH 2025

Economy

FKK Santika Premiere Ambon Bersih-bersih di Masjid Al-Syukur

Economy

Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Peran Strategis OJK