Home / Economy

Selasa, 4 Februari 2025 - 13:05 WIB

Diskon Tarif Listrik Mendorong Deflasi di Maluku

Ambon, Pusartimur.com – Realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan kabupaten/kota di Provinsi Maluku mengalami deflasi pada Januari 2025, demikian dikatakan Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Maluku   M. Latif, Selasa (4/2/2025).

Berdasarkan data BPS,Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,33% (mtm). Capaian tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan realisasi IHK nasional yang tercatat mengalam ideflasi sebesar 0,76% (mtm). Secara spasial, deflasi bersumber dari Kota Tual dan Kota Ambon dengan deflasi masing-masing sebesar 1,47% (mtm) dan 0,74% (mtm).

Namun demikian, kata Latif, capaian angka deflasi yang lebih dalam tertahan oleh Kab. Maluku Tengah yang mengalami inflasi sebesar 0,46% (mtm).Secara tahunan, tekanan inflasi gabungan kabupaten/kota IHK di Provinsi Maluku pada Januari 2025 tercatat 0,76% (yoy), menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,28% (yoy) dan relatif sama dengan inflasi Nasional sebesar 0,76% (yoy).

Baca Juga  PENYIDIK PIDSUS KEJATI MALUKU, RESMI TAHAN 2 TERSANGKA KASUS KORUPSI TALUD PENGENDALIAN BANJIR DI KABUPATEN BURU

Deflasi yang terjadi di Provinsi Maluku utamanya didorong oleh Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar, dengan andil deflasi sebesar 1,50% (mtm). Deflasi kelompok tersebut utamanya bersumber dari pengimplementasian paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik 50% bagi pelanggan daya 2.200 VA ke bawah, sebagaimana Keputusan Menteri ESDM Nomor 348.K/TL.01/MEM.L/2024.

Laju deflasi yang lebih dalam tertahan oleh inflasi dikelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil sebesar 1,02% (mtm). Inflasi tersebut didorong oleh peningkatan harga ikan pelagis, utamanya ikan selar, ikan layang, dan ikan tongkol, dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,22% (mtm), 0,19% (mtm), dan 0,07 (mtm), akibat terganggunya pasokan di tengah mulai memasukinya musim hujan di Kota Ambon dan Kab. Seram Bagian Barat yang menyebabkan terganggunya aktivitas perikanan nelayan.

Selain itu, komoditas cabai rawit dan cabai merah turut berkontribusi pada inflasi Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil masing-masing sebesar 0,18% (mtm) dan 0,17% (mtm) antara lain dikarenakan terdapat gangguan produksi akibat curah hujan yang tinggi pada beberapa daerah sentra produksi.

Baca Juga  Tunjang Rencana Pembangunan Daerah 2025, Pemkot Tetapkan 10 Proyek Strategis

Dalam rangka mendukung capaian inflasi Provinsi Maluku untuk berada pada rentang target 2,5 + 1%, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus memperkuat berbagai upaya sinergis guna memastikan terkendalinya inflasi, antara lain melalui gerakan pangan murah dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, pemantauan harga pangan di 11 Kabupaten/Kota, kegiatan Gerakan Pasar Murah (GPM) di Pasadli, pelaporan neraca pangan strategis, rapat koordinasi mingguan TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama TPIP, dan pembagian sekitar 14.000 bibit cabai kepada organisasi masyarakat, agama, dan swadaya masyarakat. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Rekor Baru, 7 Juta Investor Saham Indonesia

Economy

Libatkan Komunitas Ojol, Korlantas Polri dan Jasa Raharja Dorong Peran Aktif Pengemudi dalam Menekan Risiko Kecelakaan

Economy

IM3 Hadirkan Fitur SATSPAM, Perlindungan otomatis berbasis AI 

Economy

September 2024, Maluku Alami Deflasi

Economy

Tekan Inflasi dan Permudah Akses Bahan Pokok, Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah 

Economy

Pertumbuhan Ekonomi Maluku Tumbuh Menguat pada Triwulan IV 2025

Economy

Bank Indonesia Maluku Luncurkan Gerai CERDAS di FEB Unpatti, Perkuat Literasi Keuangan Digital

Economy

Telkomsel Bagikan Hewan Kurban ke 600 Titik Prioritas di Seluruh Penjuru Indonesia