Ambon, PT,- Pemerintah Kota Ambon mendapat berkat awal tahun 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, pemerintah pusat memberikan hibah kendaraan operasional berupa mobil tangki dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI.
Hibah mobil tangki ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan tidak melibatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ambon.
Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat kapasitas penanggulangan bencana serta pelayanan dasar bagi masyarakat di daerah.
Bantuan ini dinilai sangat strategis, khususnya di tengah keterbatasan fiskal daerah dan meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim.
Selain untuk penanganan kondisi darurat bencana, mobil tangki juga dapat dimanfaatkan untuk distribusi air bersih di wilayah yang mengalami kekeringan maupun gangguan pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, saat diwawancarai di Balai Kota Ambon, Senin (5/1/2026), menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian BNPB kepada Pemerintah Kota Ambon.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan pengadaan kendaraan operasional, kami justru menerima hibah mobil tangki dari BNPB. Ini bantuan yang sangat luar biasa dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” ujar Tatipikalawan.
Ia menjelaskan, hibah tersebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi yang cukup panjang antara BPBD Kota Ambon dan BNPB. Sebelumnya, BPBD mengajukan permohonan bantuan melalui sistem Prolokal berupa empat unit kendaraan operasional dan satu unit sepeda motor untuk menunjang penanggulangan bencana.
Namun, karena adanya sejumlah bencana di daerah lain yang membutuhkan penanganan cepat, sebagian bantuan dialihkan. Meski demikian, BNPB menetapkan mobil tangki sebagai prioritas bantuan bagi Kota Ambon karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Dalam pembahasan dengan BNPB, kami mengharapkan bantuan yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Mobil tangki ini sangat dibutuhkan, terutama untuk penyediaan air bersih dan penanganan pascabanjir,” jelasnya.
Menurut Tatipikalawan, mobil tangki tersebut juga akan digunakan untuk pembersihan lingkungan dan rumah warga yang terdampak banjir dan lumpur. Hal ini menjadi penting mengingat Kota Ambon merupakan wilayah yang rawan banjir dan longsor.
Ia menyinggung pengalaman penanganan banjir di kawasan Hati Kecil pada tahun sebelumnya, di mana BPBD dan Pemerintah Kota Ambon harus mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk kendaraan sewaan serta dukungan TNI dan Polri.
“Kehadiran mobil tangki ini menjadi jawaban atas kebutuhan yang selama ini kami hadapi di lapangan. Penanganan darurat kini bisa dilakukan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.
Tatipikalawan menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan hingga pengiriman kendaraan dilakukan langsung oleh BNPB menggunakan dana APBN.
“Tidak satu rupiah pun dari APBD Kota Ambon digunakan untuk hibah ini. Semua murni dari APBN. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat dan BNPB,” tegasnya.
Dengan adanya hibah mobil tangki tersebut, BPBD Kota Ambon diharapkan semakin siap dan sigap menghadapi potensi bencana, meningkatkan kualitas layanan darurat, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, secara optimal dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Ambon juga berharap sinergi dan koordinasi dengan BNPB serta instansi terkait terus diperkuat, guna mewujudkan sistem penanggulangan bencana yang responsif, efektif, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan masyarakat. (PT)










