Ambon, PT- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada September 2025 inflasi year on year (y-on-y) di Provinsi Maluku mencapai 3,01 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,68.
Demikian Kepala BPS Maluku, M. Pattiwaelapia dalam rilisnya, Rabu (1/10/2025)
Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Maluku Tengah dengan angka 3,09 persen dan IHK 108,83. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kota Tual sebesar 2,95 persen dengan IHK 110,48.
Kenaikan inflasi terjadi akibat naiknya harga pada 8 kelompok pengeluaran, yaitu: Makanan, minuman, dan tembakau naik 7,63 persen, Kesehatan naik 4,25 persen, Perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 3,65 persen, Penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 1,70 persen, Rekreasi, olahraga, dan budaya naik 1,64 persen, Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 1,30 persen, Pendidikan naik 1,10 persen, Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 0,28 persen
Sementara itu, beberapa kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu: Transportasi turun 1,59 persen, Pakaian dan alas kaki turun 0,64 persen, Informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun 0,36 persen
Selain inflasi tahunan, pada September 2025 Provinsi Maluku mencatat deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,29 persen.
Adapun tingkat inflasi year to date (y-to-d) atau kumulatif Januari–September 2025 mencapai 2,51 persen. (PT)









