Home / Hukum dan Kriminal / Kota Ambon

Kamis, 27 Februari 2025 - 19:19 WIB

Kepsek SMPN 9 Ambon Dijemput Paksa, 3 Tersangka Korupsi Dana BOS Ditahan

Ambon, pusartimur.com- Kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMPN 9 Ambon memasuki babak baru.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon resmi menetapkan tiga tersangka terkait penyimpangan pengelolaan dana BOS periode 2020-2023.

Tiga tersangka yang ditetapkan Kejari Ambon adalah LP – Kepala Sekolah sekaligus Kepala Satker pengelola dana BOS. YP & ML – Bendahara sekolah yang turut serta dalam pengelolaan dana tersebut.

Salah satu tersangka, LP, bahkan dijemput paksa oleh aparat TNI-AD setelah tiga kali mangkir dari panggilan Kejari, Rabu 27 Februari 2025.

Kepala Kejari Ambon, Adhriyansah, menegaskan bahwa langkah ini sudah sesuai aturan yang berlaku.

Modus Korupsi dan Kerugian Negara Rp1,86 Miliar. Investigasi mengungkapkan bahwa dalam pengelolaan dana BOS SMPN 9 Ambon 2020-2023, terdapat berbagai penyimpangan serius:

Baca Juga  SIDANG KORUPSI MANTAN SEKDA SBT, JAKSA TUNTUT 3 TAHUN DAN UANG PENGGANTI 1,1 MILIAR

Pembayaran honor fiktif untuk Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT).
Kegiatan belajar mengajar yang tidak didukung bukti hukum sah.

Total kerugian negara mencapai Rp1.862.769.063 dari dana BOS yang dikelola langsung oleh LP, YP, dan ML. Berikut rincian alokasi dana BOS SMPN 9 Ambon:
2020 – Rp1,4 miliar
2021 – Rp1,5 miliar
2022 – Rp1,4 miliar
2023 – Rp1,5 miliar

Ketiga tersangka dijerat dengan:
Pasal 2 jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) UU yang sama.

Baca Juga  Sekda SBB Buka Sosialisasi Pengelolaan Destinasi Wisata

Mereka ditahan di Lapas Perempuan Kelas III Ambon selama 20 hari untuk mencegah risiko melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

Kasus ini menyita perhatian publik karena menyangkut dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan siswa. Kejari Ambon berkomitmen bahwa proses hukum akan berjalan transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi pengelola dana BOS lainnya agar lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola anggaran pendidikan. (PT)

 

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

KONFERENSI PERS KAJATI MALUKU TERKAIT PERKEMBANGAN KASUS TINDAK PIDANA PERPAJAKAN

Kota Ambon

Walikota: Retribusi Air Bersih Merupakan Jasa Pemerintah Kepada Masyarakat

Kota Ambon

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon Tiba di Bandara Pattimura, Disambut Meriah Masyarakat

Economy

Sidak Lembaga Penyalur di Ambon, Pertamina Pastikan Penyaluran Mitan Berjalan Normal

Kota Ambon

Proses Penetapan dan Pelantikan Walikota Baru, Tahapan dan Persiapan Terbaru

Kota Ambon

Walikota Ambon Bertemu Menteri Ekraf dan Anggota DPR RI Bahas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif dan Puskesmas Hutumury

DPRD Kota Ambon

DPRD Kota Ambon Gelar Uji Publik Ranperda Smart City

Kota Ambon

Tamaela Dukung Upaya Pencegahan Korupsi