BURU, Pusartimur.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan perekonomian sekaligus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, usai melakukan kunjungan ke Kabupaten Buru. Dalam kunjungan tersebut, Haramain berdiskusi dengan Bupati Buru Ikram Umasugi dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Aziz Tomia terkait pengembangan sektor jasa keuangan di daerah, pada Selasa (16/9/2026) di Kantor Bupati Kabupaten Buru.
Haramain mengatakan, Kabupaten Buru memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak kayu putih. Potensi tersebut dinilai perlu didukung dengan ekosistem pembiayaan dan layanan jasa keuangan yang semakin kuat.
Menurutnya, kolaborasi antara OJK dan Pemerintah Kabupaten Buru menjadi bagian penting dalam mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dalam kunjungan ini, kami berdiskusi mengenai upaya sinergi OJK dengan Pemerintah Kabupaten Buru untuk mendorong perekonomian daerah dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat melalui industri jasa keuangan,” ujar Haramain.
Ia menjelaskan, sinergi tersebut diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengakses berbagai layanan jasa keuangan, termasuk pembiayaan yang dapat menunjang aktivitas ekonomi produktif.
Haramain menambahkan, optimalisasi peran industri jasa keuangan perlu dilakukan secara bersama-sama dengan pemerintah daerah. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat maupun pelaku usaha di daerah dapat lebih terakomodasi.
“Melalui kolaborasi ini, diharapkan kontribusi sektor jasa keuangan dalam pertumbuhan ekonomi daerah dapat semakin optimal,” katanya.
OJK Maluku, lanjut Haramain, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong perluasan akses keuangan dan meningkatkan pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan secara tepat.
Langkah tersebut diharapkan turut memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Buru sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif. (PT)








