Ambon, PT- Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menghadiri acara pengukuhan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku yang baru. Dalam sambutannya, Vanath menegaskan pentingnya sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan dan Pemerintah Provinsi Maluku dalam memperkuat sektor jasa keuangan, meningkatkan literasi keuangan, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Pada kesempatan tersebut, Abdullah Vanath juga menyampaikan selamat datang kepada Kepala OJK Provinsi Maluku yang baru, Ramli, yang sebelumnya bertugas di OJK Purwokerto. Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa harapan dan semangat baru bagi pengembangan sektor jasa keuangan di Maluku.
“Pemerintah Provinsi Maluku menantikan sinergi yang kuat antara OJK dan pemerintah daerah untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di bumi raja-raja,” ujar Vanath.
Menurutnya, kondisi ekonomi Maluku pada awal tahun 2026 menunjukkan capaian positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,16 persen. Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh sektor jasa keuangan yang tumbuh sebesar 9,02 persen, sementara inflasi tetap terjaga stabil di angka 3,13 persen.
Meski demikian, Vanath mengingatkan bahwa tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan besar dalam pemerataan layanan keuangan. Maluku memiliki luas lautan mencapai 93,52 persen dari total wilayah, dengan lebih dari 1.400 pulau dan jumlah penduduk sekitar 1,9 juta jiwa.
Karena itu, ia berharap OJK terus mempercepat perluasan akses layanan keuangan digital hingga ke wilayah pelosok agar penguatan sektor jasa keuangan benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.
Selain itu, Vanath menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sektor perbankan dan industri jasa keuangan daerah secara berkelanjutan. Ia menilai penguatan tata kelola, transformasi kelembagaan, serta peningkatan daya saing perbankan daerah menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Upaya menjaga stabilitas dan kemajuan sektor jasa keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab OJK, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi semua pihak,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bupati dan wali kota, lembaga jasa keuangan, serta instansi terkait untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bersama OJK Provinsi Maluku.
Dengan sinergi yang kuat, Vanath optimistis ekosistem keuangan yang inklusif dapat menjangkau seluruh wilayah kepulauan dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku secara berkelanjutan.
“Selamat bekerja dan selamat bertugas di tempat yang baru. Semoga langkah kita senantiasa diberkati Tuhan Yang Maha Kuasa demi mewujudkan Maluku yang maju dan sejahtera,” tutupnya. (PT)









