PIRU, Pusartimur.com – Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga yang mengungsi akibat pertikaian antara Desa Lisabata dan Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada para pengungsi, Rabu (16/9/2026).
Rombongan Fraksi PDI Perjuangan SBB dipimpin Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBB, Zeth Marayate, S.Sos, didampingi Sekretaris H. Lanyong, Ketua Tim Pemenangan Fredy Pantury, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBB.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik, termasuk warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran beberapa hari sebelumnya.
Dalam kunjungan itu, Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten SBB memberikan sejumlah bantuan kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari bagi para pengungsi.
Bantuan yang disalurkan meliputi:
* Pakaian layak pakai.
* Perlengkapan makan dan minum.
* Pakaian dalam.
* Bumbu-bumbu masak.
* Makanan siap saji.
* Air minum kemasan.
* Berbagai perlengkapan memasak lainnya.
Bantuan tersebut diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) Camat Taniwel, Jeklin Niwele, S.E., bersama perwakilan Pemerintah Desa Patahuwe.
Pihak pemerintah kecamatan dan perwakilan desa menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fraksi PDI Perjuangan yang turun langsung menemui masyarakat terdampak konflik.
Dalam kesempatan tersebut, pihak penerima bantuan mengapresiasi langkah PDI Perjuangan yang memberikan perhatian kepada warga yang masih mengungsi akibat pertikaian antardesa.
Bantuan itu dinilai membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan perlengkapan rumah tangga akibat kebakaran.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten SBB, Zeth Marayate, S.Sos., mengatakan, kunjungan ke lokasi pengungsian merupakan tindak lanjut instruksi langsung Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan kepada seluruh kader partai di daerah.
Menurut Marayate, instruksi tersebut bertujuan mendorong kader untuk turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi masyarakat yang terdampak konflik.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi para pengungsi yang membutuhkan.
Selain menyerahkan bantuan, Marayate mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang, yang berpotensi memperburuk hubungan antarmasyarakat.
“Kita serahkan saja semua kepada pihak yang berwajib, dalam hal ini Kepolisian dan TNI yang bertugas di lapangan, untuk bisa menciptakan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat, terkhusus kedua desa yang bertikai,” ujar Marayate.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Fredy Pantury, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya perdamaian di antara Desa Lisabata dan Desa Patahuwe.
Pantury menyebutkan bahwa sejak awal kejadian, dirinya bersama pemerintah daerah telah berupaya hadir untuk mendorong terciptanya suasana damai di tengah masyarakat yang terdampak pertikaian.
Sebagai wakil rakyat, Pantury menyatakan akan mendukung pemerintah daerah agar segera melakukan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar akibat konflik.
Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk segera memproses para pelaku tindak kejahatan yang terlibat dalam insiden tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menurutnya, penegakan hukum diperlukan agar kasus tersebut dapat ditangani secara tuntas dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat, sehingga tindakan kekerasan dan main hakim sendiri tidak kembali terjadi.
Fredy Pantury menegaskan, penanganan pascakonflik di Desa Patahuwe tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, khususnya terkait pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terbakar.
Ia menyinggung pengalaman konflik di sejumlah wilayah lain, termasuk Desa Kariu (Pulau Haruku) dan Desa Masihulang, yang menurutnya hingga kini masih menghadapi persoalan penyelesaian pembangunan rumah warga yang terbakar akibat konflik.
Pantury berharap pemerintah daerah dapat mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah warga terdampak konflik di Desa Patahuwe, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan keamanan serta mempercepat proses pemulihan pascakonflik di Kecamatan Taniwel. (PT)








