Home / Hukum dan Kriminal / Kota Ambon

Rabu, 16 September 2026 - 13:13 WIB

DLHP Ambon Hentikan Sementara Operasional Mie Gacoan, Diminta Segera Bangun IPAL Sesuai Ketentuan

AMBON, Pusartimur.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon bersama Tim Penertiban mengambil tindakan terhadap usaha Mie Gacoan terkait dugaan pelanggaran ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.

Kepala DLHP Kota Ambon, Apries B. Gaspersz, menjelaskan, tindakan yang dilakukan tim didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Menurutnya, pelanggaran yang dilakukan pelaku usaha Mie Gacoan pada prinsipnya telah memenuhi unsur sebagaimana diatur dalam Pasal 98 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), khususnya terkait terlampauinya baku mutu air limbah yang dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Namun, kata dia, penegakan hukum lingkungan hidup menerapkan prinsip ultimum remedium, sehingga penerapan sanksi pidana merupakan langkah terakhir setelah tahapan administratif dilakukan.

“Penegakan hukum lingkungan hidup bersifat ultimum remedium, artinya dilaksanakan secara berjenjang dan pidana menjadi langkah terakhir,” jelasnya kepada media di Ambon, Rabu (16/9/2026).

Baca Juga  HEALING HATI, UPGRADE IMAN”  BUKA PUASA BERSAMA &  PENYERAHAN DONASI “HITZ CAMPAIGN

Ia mengatakan, sebelum menjatuhkan sanksi berupa penghentian sementara kegiatan, DLHP Kota Ambon telah menjalankan tahapan sanksi administratif sebagaimana diatur dalam PP Nomor 22 Tahun 2021.

Tahapan tersebut dimulai dengan pemberian teguran dan surat peringatan (SP) kepada pihak pengelola usaha.

Namun, menurutnya setelah teguran dan SP diberikan, belum terdapat tindak lanjut maupun itikad baik yang dinilai memadai dari pelaku usaha untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai ketentuan.

Karena itu, DLHP kemudian meningkatkan sanksi ke tahap paksaan pemerintah, berupa penghentian sementara kegiatan sebagaimana diatur dalam Pasal 511 PP Nomor 22 Tahun 2021.

DLHP Kota Ambon, lanjut Apries, meminta komitmen pihak pengelola Mie Gacoan untuk memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan, terutama membangun IPAL yang sesuai dengan ketentuan.

Paksaan pemerintah tersebut akan tetap diberlakukan selama kewajiban yang menjadi tanggung jawab pengelola belum dipenuhi.

“DLHP meminta komitmen kepada pelaku usaha Mie Gacoan untuk membuat IPAL yang sesuai ketentuan. Sebelum kewajiban itu dipenuhi, paksaan pemerintah belum dapat dicabut dan kegiatan operasional belum dapat dilakukan kembali,” tegasnya.

Baca Juga  How to Stay Hydrated Like a Pro All Summer

Ia menambahkan, pencabutan sanksi paksaan pemerintah baru dapat dilakukan setelah pihak pengelola memenuhi kewajiban dan hasil verifikasi menunjukkan bahwa persyaratan pengelolaan lingkungan telah dipenuhi.

Untuk memastikan perkembangan tindak lanjut dari pihak pengelola, DLHP Kota Ambon bersama tim akan melakukan verifikasi dan evaluasi pada Sabtu, 19 September 2026.

Verifikasi tersebut akan dilakukan terhadap tempat usaha yang menjadi objek penertiban untuk melihat sejauh mana kewajiban yang telah ditetapkan telah dilaksanakan.

DLHP menegaskan, pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai ketentuan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dengan demikian, operasional usaha dapat kembali berjalan setelah seluruh kewajiban yang dipersyaratkan dipenuhi dan mendapatkan hasil verifikasi sesuai ketentuan. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pemkot Ambon dan BPOM Pastikan Takjil Bebas Boraks dan Formalin

Hukum dan Kriminal

PAMIT PENUH HARU, KAJATI MALUKU AGOES SP RESMI TINGGALKAN BUMI RAJA-RAJA : “TERIMA KASIH UNTUK SEGALANYA, MALUKU”

Kota Ambon

Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Nasional, KPw BI Maluku Gelar PTBI 2024

Hukum dan Kriminal

BUKTI MELAKUKAN KORUPSI DANA DESA, RAGIA RUMAKWAY DI VONIS 8 TAHUN PENJARA

Hukum dan Kriminal

Kejati Maluku Bersama Kejari MBD Tuntaskan Kasus Penganiayaan 

Hukum dan Kriminal

PERDANA RAPAT PAKEM, ASINTEL DIKY OKTAVIA : SATUKAN PERSEPSI, PASTIKAN TIDAK ADA TEMPAT BAGI ALIRAN SESAT DI MALUKU

Hukum dan Kriminal

KAJATI LANTIK WAKAJATI DAN SEJUMLAH PEJABAT ESSELON III LINGKUP KEJAKSAAN TINGGI MALUKU

Hukum dan Kriminal

Dugaan Penipuan Proyek Dinas Pendidikan Maluku, Korban Laporkan Rustam Rumadaul ke Polda