Home / Economy

Sabtu, 12 September 2026 - 11:45 WIB

OJK Maluku Dorong UMKM Naik Kelas, Kain Tenun Maluku Diminta Jadi Identitas Daerah

oplus_0

oplus_0

AMBON, PT – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bersama industri jasa keuangan dan berbagai lembaga terkait terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Maluku agar mampu berkembang dan naik kelas.

Ketua OJK Maluku, Haramain Billady, mengatakan upaya mendorong pertumbuhan UMKM tidak hanya menjadi tanggung jawab OJK, tetapi membutuhkan dukungan seluruh lembaga, baik lembaga vertikal, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), pemerintah daerah maupun industri jasa keuangan.

“Semua lembaga, baik lembaga vertikal, UPTD maupun lainnya, akan mendorong UMKM untuk tumbuh. Apalagi memang fungsi pemerintah bagaimana mendorong UMKM ini bisa naik kelas,” ujar Haramain dalam kegiatan Energizing Maluku 2026, Sabtu (12/9/2026) di Kantor Gubernur Maluku.

Menurutnya, OJK bersama industri jasa keuangan akan terus hadir dalam berbagai diskusi dan kegiatan yang lebih spesifik untuk memperkuat kapasitas UMKM, termasuk membuka peluang agar produk-produk UMKM Maluku semakin berkembang.

Baca Juga  Bank Indonesia Maluku Buka Pendaftaran Kompetisi QRIS Jelajah Indonesia 2026, Angkat Potensi Kuliner Daerah

“Kami dari OJK bersama dengan industri jasa keuangan akan mendorong. Kita akan hadir di diskusi yang lebih spesifik lagi, tentunya untuk meningkatkan UMKM agar bisa naik kelas,” katanya.
Selain penguatan dari sisi pembiayaan dan kapasitas usaha, Haramain juga menyoroti pentingnya membangun kebiasaan masyarakat dalam menggunakan produk lokal, khususnya kain tenun Maluku.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya masukan dari salah satu pelaku UMKM yang menilai kain tenunan Maluku perlu lebih dikenal dan digunakan secara luas.

Haramain menilai penggunaan kain tenun Maluku harus dimulai dari lingkungan pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada di daerah.

“Kalau buat saya, seluruh apa namanya, biasakan pakai ini. Atau mungkin kita bisa dorong, di hari tertentu harus pakai batiknya Maluku,” ungkapnya.

Ia mencontohkan sejumlah daerah lain yang telah membangun kebiasaan menggunakan pakaian atau kain khas daerah pada hari tertentu. Menurutnya, pola tersebut dapat diterapkan di Maluku sebagai salah satu langkah memperluas pasar kain tenun lokal.

Baca Juga  Jasa Raharja Maluku - Korlantas Polri Gelar Monev Penegakan Hukum 

“Kalau kita bisa dorong dari situ, saya yakin pasti menumbuhkan dari kebiasaan. Kalau masing-masing daerah begitu ada hari tertentu, seluruh Forkopimda, instansi vertikal, lembaga keuangan pasti ikut,” katanya.

Menurut Haramain, ketika penggunaan kain tenun Maluku mulai menjadi kebiasaan di lingkungan pemerintahan, instansi vertikal maupun lembaga jasa keuangan, maka permintaan terhadap produk tersebut akan ikut meningkat.

“Mau tidak mau kan tumbuh itu berputar. Orang akhirnya permintaan terhadap kain Maluku itu makin banyak,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadi contoh dalam mendorong penggunaan produk lokal, sehingga industri tenun dan UMKM di Maluku tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas.

“Kalau di pemerintah daerah bagus, saya kira itu bisa menjadi contoh untuk yang lainnya,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Jamin BBM di SPBU Tersedia*

Economy

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok Tersedia, Lakukan Percepatan Distribusi ke SPBU

Economy

Pertamina Apresiasi Pengawasan Subsidi di Jayapura dan Manokwari

Economy

1 April 2026 Tidak Ada Perubahan Harga BBM di SPBU Pertamina

Economy

Pastikan Kelancaran Pasokan BBM, Komisaris Pertamina Lakukan Management Walkthrough

Economy

Telkomsel Sampaikan Penurunan Kualitas Layanan Data Nasional, Tim Teknis Dikerahkan Penuh

Economy

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tenggelamnya Speedboat Dua Nona di Tanjung Samala, Maluku

Economy

SD INPRES 59 TAWIRI BELAJAR LANGSUNG DI BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA