AMBON, PT – Manajer Operasional PT Pelayaran Nasional Indonesia ( Pelni ) Cabang Ambon, Radjab mengatakan, masyarakat Maluku sangat antusias keberangkatan dengan menggunakan kapal laut
Hal itu disampaikan Manajer Operasional, Radjab kepada wartawan terkait pelayanan PT Pelayaran Nasional Indonesia bagi masyarakat pengguna jasa angkutan kapal laut di Kantor Pelni Cabang Ambon, Selasa ( 11/8/2026 )
Radjab mengakui bahwa, masyarakat sangat memahami dan lebih paham terkait keberangkatan dengan menggunakan kapal laut.
Sebelum keberangkatan kapal, kata Radjab, biasanya beberapa jam sebelum kapal tiba para penumpang sudah sten baik tunggu di pelabuhan Yosudarso Ambon
Radjab menjelaskan, ada 9 unit kapal laut milik PT Pelni Cabang Ambon yang beroperasi melayani masyarakat pengguna jasa angkutan kapal laut di Ambon, untuk melayani rute Indonesia timur dan Barat
“ Semua kapal PT Pelni yang ada di Ambon, hanya transitnya saja,” akuinya
Radjab, menuturkan, kapal yang melakukan pelayaran ke Indonesia timur, dari Ambon ke Sorong menuju Serui, Manukwari, terus tiba di Jayapura
“ Dan sebaliknya Jayapura, Manukwari, Serui, Sorong terus tiba di Ambon, ada juga dari Banda menuju Saumlaki ke Fak Fak, dan balik lagi,” katanya
Lanjut Rajab, kalau ke arah barat, itu mulai dari Ambon ke Namlea menuju Bau bau, Makasar, Surabaya terus Tanjung Periuk, Jakarta
Radjab mengungkapkan, kapal laut milik PT Pelni yang beroperasi melayani masyarakat pengguna jasa angkutan kapal laut di Timur Indonesia yakni, kapal Ciremai, kapal Dorolonda, kapal Labobar, dan Kapal Nggapulu Kapal kapal ini tipe atau kapasitas 2000 knot
Radjab menambahkan, selain kapal tipe 2000 knot diatas, ada juga kapal tipe 1000 knot yaitu kapal Sirimau, Kapal Leusur dan kapal Tatamailau. Sedangkan tipe 500 knot, itu Kapal Pangrango melayari arah Banda ke Saumlaki
Kalau kapal Sangiang, lanjutnya, ke arah timur Indonesia dari Fak Fak menyinggahi Geser Seram Bagian Timur trus menuju ke arah Bitung Sulawesi Tengah
“ Terima kasih saya sampaikan kepada masyarakat Maluku dengan penuh kesabaran membeli tiket , kadang terdapat antrian dalam pembelian tiket kapal tersebut,” akuinya
Ditanya tentang apakah ada kendala atau hambatan ketika kapal akan diberangkatkan, Ia menyatakan bahwa, selama ini tidak ada kendala atau hambatan
“ Kalau Cuacanya bagus, kapalnya on time tepat waktu,” ujarnya
Rajab menambahkan, keberangkatan kapal biasanya melihat kondisi cuaca, kalau cuaca ekstrim biasanya paling lambat tunggu 30 menit sampai satu jam.
“ Dan selama ini tidak ada penundaan keberangkatan kapal, semua jalan lancar dan baik baik saja,” terangnya
Disinggung tentang keterlambatan waktu keberangkatan akibat dari keterbatasan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) maupun Air, dengan santai Manajer Operasional ini menjelaskan, selama ini tidak ada kendala terkait BBM dan Air pada kapal
“ Semua jalan lancar dan baik baik saja, kendala tidak tepat waktu keberangkatan itu hanya menyangkut cuaca , itupun kadang, tapi menyangkut BBM dan Air, semua jalan lancar, dan baik baik saja,” ungkapnya transparan (PT)








