PIRU, Pusartimur.com – Turnamen sepak bola antar kampung Soekarno Cup U-17 yang diselenggarakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maluku di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas. Pada partai final yang digelar di Stadion Tala Batai, Kecamatan Kairatu, Selasa (26/5/2026), Gemba FC berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menaklukkan Hatu Uran Putra FC dalam pertandingan sengit dan penuh tensi.
Laga final berlangsung alot sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim sama-sama menampilkan permainan menyerang dan kemampuan terbaik mereka di hadapan ratusan penonton yang memadati stadion. Meski sempat terjadi gesekan antar pemain di lapangan, pertandingan tetap berjalan aman dan damai hingga selesai.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, hadir langsung menyaksikan pertandingan final tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat juang dan bakat para pemain muda asal Kabupaten Seram Bagian Barat yang dinilainya mampu menampilkan permainan berkualitas dan menghibur masyarakat pecinta sepak bola.
Menurut Watubun, seluruh pemain dari tim yang bertanding nantinya akan diseleksi untuk membentuk satu tim terbaik yang akan diberi nama “Banteng Muda Maluku”. Tim tersebut dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi Soekarno Cup tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.
“Kami melihat banyak talenta muda potensial dari SBB. Mereka akan diseleksi menjadi satu tim terbaik untuk mewakili Maluku pada Soekarno Cup tingkat nasional di Surabaya,” ujar Watubun kepada awak media.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan turnamen, mulai dari aparat kepolisian, Raja Negeri Kairatu, masyarakat setempat, pengurus PSSI provinsi dan kabupaten, hingga seluruh panitia yang terus mendampingi jalannya kompetisi dari awal hingga final.
Selain itu, Watubun berharap kegiatan olahraga seperti Soekarno Cup U-17 dapat terus dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
Menurutnya, potensi dan bakat para pemain muda di daerah perlu terus diasah agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Turnamen seperti ini sangat penting untuk pembinaan atlet muda. Harapannya pemerintah daerah dapat terus mendukung agar bibit-bibit muda sepak bola di SBB berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi,” tutupnya. (PT)









