AMBON, PT – Jurnalis senior Maluku, Onemus Tuhenay menyebut, ada yang mencari kesalahan mantan Penjabat Gubernur Maluku, Sadali li pada pelaksanaan program dan kegiatan penanganan pandemi covid- 19 di Provinsi Maluku.
“ Saya cermati pada ruang publik terbaca ada yang mencari kesalahan mantan Penjabat Gubernur Maluku periode 2024 tersebut,” Ujar mantan jurnalis Group Jawa Pos kepada wartawan di Ambon, Senin ( 7/4/2026)
Ia mengatakan, sesungguhnya kita tidak perlu mencari kesalahan orang nomor tiga di Provinsi Maluku, karena beliau yang merasakan dan mendalami serta terlibat langsung menangani pandemi covid yang melanda wilayah provinsi Maluku.
“ Jangan dilihat pada seberapa bajet atau anggaran yang tersedia untuk pembiayaan Covid, tapi sesungguhnya kita harus memahami bahwa persoalan bahaya pandemi covid yang melanda masyarakat di Provinsi Maluku, dapat diatasi dengan baik oleh Satgas Covid – 19,” ingatnya.
Olehnya itu, lanjutnya, sangat tidak bermoral ada yang mencari kesalahan Sekretaris daerah, Sadali li terhadap pengelolaan anggaran pandemi covid – 19 di Maluku.
Perlu dipahami bahwa program dan kegiatan pelaksanaan penanganan bahaya pandemi covid- 19 semua berjalan aman dan lancar, bahaya pandemi Covid – 19 bukan masalah biasa, namun semua dapat diatasi dan mendapat pelayanan dengan sebaik baiknya, tanpa ada perbedaan dan pertentangan serta korban dalam mengatasi bahaya pandemi covid – 19 tersebut.
Berkaitan dengan pengelolaan anggaran, tentu dilaksanakan secara kolektif sesuai tugas dan fungsinya masing masing.
“ Nah, kalau anggaran covid tersebut dikelola tersendiri oleh Sekda, maka mungkin saja anggaran tersebut perlu dipertanyakan ke Sekda, tapi kenyataan anggaran dikelola oleh Dinas Kesehatan melalui Satgas penanganan Covid – 19 Maluku,” tegasnya.
Dengan demikian, lanjutnya, narasi yang dibangun kepublik untuk mencari kesalahan Sekretaris daerah merupakan bentuk pembunuhan karakter, baik pribadi maupun jabatan yang ada. Kita tidak perlu mencari kesalahan orang lain, kita perlu melihat pribadinya dulu baru melihat orang lain.
“Upaya pihak pihak tertentu untuk mencari kesalahan Sekda pada pelaksanaan covid – 19 tidak bisa dibenarkan, karena sangat merusak dan tidak manusiawi,” paparnya(**)










