Home / DPRD Maluku

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:03 WIB

DPRD Maluku Soroti Moral Kepala Sekolah, Ketimpangan Guru, dan Gaji Tertunda di Wilayah Kepulauan

Oplus_131072

Oplus_131072

AMBON, PT- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Yeremias, menyoroti serius persoalan moral kepala sekolah, ketidakhadiran pimpinan sekolah di lokasi tugas, serta ketimpangan penempatan guru di sejumlah wilayah Maluku.

Sorotan tersebut disampaikan Anos dalam rapat dengar pendapat bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku serta Plt Kepala BKD Maluku, yang digelar di Ruang Komisi I DPRD Maluku, Selasa (13/1/2026).

Meski sektor pendidikan berada di bawah kewenangan Komisi IV, Anos menegaskan bahwa Komisi I DPRD Maluku tetap memberi perhatian karena pendidikan menyangkut masa depan generasi Maluku.

“Kami menemukan kepala sekolah yang malas dan memiliki persoalan moral. Bahkan sudah ada keluhan langsung dari masyarakat,” tegas Anos Yeremias.

Ia mencontohkan, kasus di SMA Negeri 1 Maluku Barat Daya, yang berdasarkan laporan masyarakat, kepala sekolahnya diduga memiliki persoalan moral.

“Kalau moralnya bermasalah, lalu apa kelebihannya sampai harus dipertahankan?” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti SMK di Luang Timur, di mana kepala sekolah dilaporkan jarang berada di lokasi tugas. Meski pengaduan telah disampaikan masyarakat, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dinilai belum memberikan respons memadai.

“Kalau kepala sekolah jarang berada di sekolah, mau jadi apa sekolah itu?” katanya tegas.

Baca Juga  DPRD Maluku Gelar Rapat Paripurna, Gubernur Serahkan Dokumen LKPJ Tahun Anggaran 2024

Tak hanya kepala sekolah, Ia juga mengkritisi perilaku sejumlah guru ASN yang dinilai bebas keluar masuk daerah tanpa memperhatikan tanggung jawab pendidikan.

Ia meminta Dinas Pendidikan memberikan perhatian serius dan melakukan penertiban terhadap kondisi tersebut.

Terkait tenaga honorer, Ia mengungkapkan adanya honorer di salah satu SMA di Suli yang telah mengabdi lebih dari lima tahun, namun belum dapat diikutsertakan dalam PPPK tahap III karena kendala regulasi.

“Padahal seluruh dokumen mereka lengkap,” ungkapnya.

Ia menegaskan, bagi ASN dan tenaga pendidik yang menolak penempatan tugas, Dinas Pendidikan dan BKD diminta bertindak tegas sesuai dokumen pernyataan yang telah ditandatangani.

“Kalau ditugaskan ke mana, ya pergi dulu. Jangan semua mau di tempat nyaman. Kalau begitu, kapan wilayah seperti Wetar, Lirang, Seram pedalaman, Binaiya, Kei Besar hingga Kepulauan Aru bisa menikmati pendidikan yang baik?” tegasnya.

Ia juga menyoroti keterlambatan pembayaran gaji guru, khususnya yang bertugas di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Ia meminta agar hak-hak guru segera dihitung dan dibayarkan, meski kondisi APBD dan dana transfer belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga  DPRD Maluku Minta BKD Buka Data Penempatan ASN dan PPPK Pendidikan Secara Transparan

“Kami paham kondisi keuangan daerah, tapi jangan terlalu lama. Guru-guru di pulau-pulau harus segera digaji agar bisa melayani masyarakat dengan penuh sukacita,” katanya.

Menurutnya , perhatian serius terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi Maluku dan Indonesia.

“Yang kita didik ini adalah generasi masa depan Maluku,” pungkasnya.

Menanggapi sorotan DPRD, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., mengakui masih terdapat persoalan internal di lingkungan sekolah, khususnya terkait kinerja sejumlah kepala sekolah yang dinilai belum optimal.

“Memang ada kepala sekolah yang terlalu sering mondar-mandir. Gaji dan sertifikasi tetap diterima, tetapi pelayanan pendidikan di sekolah tidak maksimal,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi internal, agar orientasi layanan pendidikan benar-benar berpihak kepada guru dan peserta didik.

“Ini persoalan internal yang perlu kita benahi. Orientasi layanan kepada guru mungkin harus dibedakan dengan unit kerja lain,” katanya.

Plt Kadisdikbud juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat menanggapi seluruh persoalan secara rinci dalam forum tersebut, sembari mengapresiasi perhatian DPRD Maluku.

“Kami berterima kasih atas semua masukan dan atensi yang disampaikan,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

DPRD Maluku

DPRD Maluku Pelajari Tata Beracara di Bali, Tethool :  Menuju Perda Kode Etik yang Lebih Baik

DPRD Maluku

DPRD Maluku Minta BKD Buka Data Penempatan ASN dan PPPK Pendidikan Secara Transparan

DPRD Maluku

DPRD Maluku Resmi Tetapkan Perubahan AKD Fraksi PDI Perjuangan, Ini Daftar Lengkapnya

DPRD Maluku

DPRD Maluku Gelar Rapat Paripurna Pidato Perdana Gubernur Maluku 2025-2030 & Serah Terima Jabatan 

DPRD Maluku

DPRD Maluku Perjuangkan Nasib 260 Guru Honorer yang Terancam Dirumahkan

DPRD Maluku

BAPEMPERDA DPRD Maluku Bahas 13 Ranperda Maret 2025, Fokus pada Hutan Adat dan Tata Ruang Wilayah

DPRD Maluku

DPRD Maluku Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Ranperda Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024

DPRD Maluku

Proyek Maluku InterPort di Ambon Berdasarkan Studi Kelayakan Bank Dunia