Saparua, PT – Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata memohon kepada warga Negeri Saparua Kacamatan Saparua dan Warga Negeri Tuhaha Kecamatan Saparua Timur Kabupaten Maluku Tengah untuk menghentikan konflik dan menahan diri Pasca konflik, Minggu ( 04/01/2026).
Himbauan ini di disampaikannya kepada pusartimur.com via telepon seluler, Selasa (6/1/2026).
Dikatakannya, mewakili Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah Saya berharap agar konflik persaudaraan ini segerah di hentikan karena tidak membawa keuntungan bagi semua pihak dan harus di kutuk.
Diharapkan, kepada masyarakat kedua negeri untuk selalu menjaga situasi agar tetap aman kondusif serta tidak terpancing dan terprovokasi, berikanlah kepercayaan penuh kepada aparat keamanan dalam penanganan kasus perkelahian ini yang mana para pelaku telah di amankan di Mapolsek Saparua.
Selain itu, Ia meminta agar peran aktif dari Pemerintah kedua kecamatan, para Upu latu, tokoh agama, tokoh adat, serta semua komponen warga agar dapat membantu untuk proses perdamaian serta membantu menciptakan suasana yang sejuk, sehingga diharapkan tidak ada lagi aksi balas dendam atau Pemalangan jalan tidak mengganggu aktifitas masyarakat yang hendak ke Saparua untuk bertransaksi atau berdagang. Harap Putra Asli Pulau Saparua ini.
Ia menghimbau, seluruh masyarakat Pulau Saparua agar tidak mengunggah dan menyebarluaskan gambar maupun vidio yang dapat memprovokasi dan memperburuk suasana.
Namun, semuanya dapat menggunakan media sosial secara Arif dan bijaksana serta hentikan konten yang bersifat provokatif.
“Mari kita jaga tali persaudaraan dengan baik,” harapnya. (PT)










