Home / Kab. Mimika

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:10 WIB

Yance Boyau Pimpin LMHA Kamoro, Fokus Kembalikan Jati Diri Adat

Timika, PT – Yohanis Yance Boyau resmi terpilih sebagai Ketua Lembaga Musyawarah Hukum Adat (LMHA) Suku Kamoro Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Selatan, melalui Musyawarah Adat (Musdat).

Boyau menegaskan komitmennya untuk membangun lembaga adat yang mandiri, bermartabat, dan mampu memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Kamoro selama lima tahun masa kepemimpinannya. Hal ini disampaikan usai Musdat kepada wartawan pada 4 Desember 2026 di Timika.

Boyau menjelaskan bahwa selama ini terdapat tigalisme dalam kepemimpinan adat. Dengan adanya sidang adat dan terbentuknya LMHA yang baru, ia optimis dapat menata kembali lembaga adat sebagai koridor identitas dan hukum adat Suku Kamoro.

“Saya akan bikin lembaga ini ke depan lima tahun bermartabat dan mandiri,” tegas Boyau.

Baca Juga  Pansus DPRD Papua Tengah Dorong Musdat Lemasa dan Lemasko Menuju Satu Honai, Satu Perahu Adat Demi Kemajuan Mimika

Sebagai putra asli Kamoro, Boyau menegaskan dirinya akan menjaga dan memperjuangkan hak-hak masyarakat adat Kamoro sebagai simbol identitas Orang Asli Papua (OAP) yang mendiami wilayah Amungsa Timika.

Boyau menilai sejumlah tradisi dan budaya Kamoro mulai tenggelam. Karena itu, ia akan kembali memunculkan identitas budaya Kamoro melalui: Pameran budaya, Patung dan ukiran khas Kamoro, Penataan ulang aspirasi dan keluhan masyarakat adat, Semua program tersebut akan dirancang sesuai visi-misinya untuk lima tahun mendatang.

Salah satu agenda prioritas LMHA adalah membangun Museum Kamoro yang berisi sejarah, karya seni, hingga kearifan lokal masyarakat adat.

“Para pengunjung bisa melihat bahwa budaya kami seperti ini, dan itulah budaya yang asli,” jelas Boyau.

Baca Juga  Komisi II DPRD Ambon Tindaklanjuti Perseteruan SD Inpres 24 dan SD 39, Dinas Pendidikan Akan Cek Akar Masalah

Museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi bagi generasi muda Kamoro serta sarana mengenalkan warisan budaya kepada warga Mimika dan wisatawan.

Boyau juga menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi warga Kamoro yang tinggal di wilayah pesisir selatan Mimika. Menurutnya, selama bertahun-tahun daerah tersebut kurang mendapatkan perhatian maksimal dari pemerintah.

“Kami sudah 10 tahun ini tidak ada yang memimpin kami. Kelaparan melanda daerah kami, anak-anak tak berpendidikan, kesehatan tidak diperhatikan, bahkan terjadi gizi buruk,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal, ia berkomitmen akan turun langsung ke kampung-kampung untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat adat. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab. Maluku Tengah

Ketua PWI Maluku Tenggara Kecam Tindakan Kasat Reskrim Mimika: Serangan Terhadap Kebebasan Pers

Kab. Mimika

Warga Mimika Diminta Berani Adukan Masalah Ke Ombudsman 

Kab. Mimika

Warga Amamapare Keluhkan Fasilitas Transportasi, Air Bersih, dan Akses Pendidikan di Mimika Timur Jauh

Kab. Mimika

Tokoh Kamoro Sonny Atiamona Sampaikan Kekesalan Masyarakat Adat ke Pemda dan DPRD Mimika

Kab. Mimika

Taslim Renwair Optimis Benahi PD GPII Kabupaten Mimika Pasca Penunjukan DPP

Kab. Mimika

Dana Otsus Dinilai Belum Tepat Sasaran

Kab. Mimika

Warga Soinrat Rajut Kebersamaan untuk Kedamaian Amungsa

Kab. Mimika

Aliansi Pemuda Amungsa Dorong Persatuan Amungme Demi Kedaulatan Adat dan Kemajuan Mimika