Ambon, PT- Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Komisi II DPRD Maluku menggelar rapat bersama mitra kerja, yakni PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Perum Bulog, serta Pertamina. Rapat ini digelar untuk memastikan pelayanan dan ketersediaan listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM), dan beras di 11 kabupaten/kota di Maluku tetap aman selama masa libur keagamaan tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, menegaskan pentingnya menjaga stok kebutuhan dasar masyarakat, terutama pasokan listrik bagi rumah ibadah yang akan menggelar rangkaian ibadah dan natalan.
Ditambahkan oleh Anggota Komisi II, Anos Yermias, menyoroti kebutuhan listrik di wilayah Maluku Barat Daya (MBD). Ia menegaskan bahwa aliran listrik sangat vital untuk menunjang kegiatan pendidikan, khususnya ujian sekolah yang kini banyak dilakukan secara online.
“Aliran listrik ini sangat dibutuhkan terutama anak-anak sekolah, apalagi saat ujian online. Pelayanan listrik harus diperhatikan dengan baik, terutama di pulau-pulau,” ujar Yermias, Senin (1/12).
Dilanjutkan, Anggota Komisi II lainnya, Ari Sahertian, turut mengingatkan Pertamina agar memastikan distribusi BBM, terutama minyak tanah, berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia menyebut masih banyak keluhan dari para pengecer terkait jatah minyak tanah yang dinilai tidak mencukupi.
“Sering kali pengecer mengeluhkan jatah pembagian minyak tanah hanya sekali sebulan, dua drum saja. Hal ini harus dijelaskan, apakah memang sesuai aturan atau tidak,” tegasnya.
Kepala PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, menegaskan komitmen PLN untuk menjaga pelayanan terbaik menjelang Nataru. Ia menjelaskan bahwa pemadaman listrik biasanya terjadi karena perbaikan jaringan atau pemeliharaan rutin.
“Jika terjadi pemadaman, biasanya karena perbaikan jaringan atau pemeliharaan yang umumnya dilakukan pada hari Sabtu. Namun hal ini akan terus kami evaluasi untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya. (PT)










