Ambon, PT- Sebanyak 500 siswa mengikuti seleksi dan simulasi UTBK menggunakan platform Ilmupedia melalui ponsel masing-masing. Kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam tanpa kendala jaringan berarti, di Kampus IAKN Ambon, Rabu (18/2/2026).
Program digitalisasi pendidikan kembali digelar di Kota Ambon melalui kolaborasi antara Telkomsel dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari tahun ketiga pelaksanaan program yang menyasar wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku.

Manager Mobile Consumer, Dwi Putra Abrianto, menjelaskan bahwa Ambon dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai memiliki institusi pendidikan yang berperan penting dalam mencetak generasi unggul.
Menurut Dwi, program ini membantu siswa melatih manajemen waktu dan kemampuan analisis sebagai persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026.
“Sejauh ini akses jaringan berjalan baik dan para siswa dapat menggunakan aplikasi secara optimal,” ujarnya.
Selain simulasi ujian, Telkomsel juga membuka peluang sinergi digitalisasi kampus bersama pimpinan IAKN Ambon. Kolaborasi ini mencakup pengembangan talenta digital anak Maluku, digital broadcasting, hingga pemanfaatan berbagai platform digital seperti musik dan konten kreatif.
Sementara itu, Rektor Institut Agama Kristen Negeri Ambon, Yance Rumahuru, menyambut baik program sosialisasi UTBK-SNBT tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting karena proses seleksi masuk perguruan tinggi negeri kini dilakukan secara online dan nasional. Tanpa sosialisasi dan pendampingan, siswa bisa mengalami keterbatasan dalam akses jaringan maupun pemahaman bentuk soal.
“Kami sangat bersyukur dan menyambut baik inovasi Telkomsel dalam mendukung sosialisasi UTBK-SNBT 2026. Ini sangat membantu dunia pendidikan,” ujar Yance.
Ia juga menyampaikan bahwa Kota Ambon mendapat kehormatan sebagai tuan rumah kegiatan dari Telkomsel Regional Papua Maluku.
Rektor menegaskan bahwa IAKN Ambon telah melakukan transformasi digital dalam berbagai aspek, mulai dari pendaftaran mahasiswa, registrasi, hingga proses perkuliahan.
Kolaborasi dengan Telkomsel diharapkan semakin memperkuat akses mahasiswa terhadap layanan akademik, termasuk bagi mereka yang tidak memiliki laptop. Dengan dukungan jaringan yang baik, mahasiswa tetap dapat mengakses sistem perkuliahan melalui ponsel.
Pihak kampus juga berharap Telkomsel dapat terus memberikan solusi apabila terjadi kendala teknis seperti kartu tidak aktif atau gangguan jaringan. (PT)










