Ambon, PT- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa penyediaan akses air bersih menjadi program prioritas utama Pemerintah Kota Ambon.
Demikian kepada awak media, Sabtu (20/12/2025) saat pembukaan Saluran air bersih bagi warga di Jemaat Kezia, Gunung Nona.
Menurutnya, air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat yang sangat menentukan kualitas hidup, kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
Ia menyampaikan, permohonan maaf karena hingga saat ini masih banyak warga, terutama yang tinggal di wilayah perbukitan dan daerah ketinggian, belum menikmati layanan air bersih secara layak.
“Bagaimana kita bisa bicara soal kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan kesejahteraan, jika air bersih saja belum tersedia?” ujar Bodewin.
Ia mengungkapkan, masih banyak warga yang harus berjalan jauh sejak dini hari, bahkan hingga pukul 03.00 WIT, untuk mengambil air bersih. Kondisi ini, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Ia menegaskan, hampir seluruh kawasan ketinggian di Kota Ambon mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, Pemkot Ambon menetapkan penyediaan air bersih sebagai prioritas nomor satu dalam masa kepemimpinannya.
Ia menceritakan pengalaman emosional saat bertemu seorang ibu yang menangis haru karena baru pertama kali dalam lebih dari 40 tahun bisa menikmati air bersih di rumahnya. Selama ini, warga tersebut harus mengeluarkan biaya hingga Rp900 ribu per bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan air.
“Hari ini, rasa kesulitan itu berubah menjadi rasa syukur,” kata Bodewin.
Lanjutnya, dalam waktu sekitar 8 bulan, Pemerintah Kota Ambon melalui PDAM telah membuka akses air bersih bagi sedikitnya 2.000 warga. Jika program ini berjalan konsisten, maka dalam lima tahun ke depan diperkirakan sekitar 10.000 warga akan mendapatkan akses air bersih.
Meski belum mencakup seluruh masyarakat, Ia menekankan, pembangunan dilakukan bertahap dan berkelanjutan, dan akan dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya hingga seluruh warga Kota Ambon terlayani.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung program PDAM, termasuk dalam hal pembayaran iuran sesuai pemakaian. Ia menegaskan bahwa biaya yang dikenakan akan disesuaikan dengan volume penggunaan air, sehingga tetap terjangkau.
“Kalau pemakaiannya kecil, bayar juga kecil. Ini demi keberlanjutan pelayanan air bersih,” jelasnya.
Ia berharap, melalui terobosan PDAM dan dukungan masyarakat, ke depan seluruh warga Kota Ambon dapat menikmati air bersih secara merata.
“Mudah-mudahan mulai Januari, bapak ibu semua sudah bisa menikmati air bersih dengan lebih baik,” tutupnya. (PT)










