Home / Kab. Mimika

Jumat, 7 November 2025 - 19:56 WIB

Warga Amamapare Keluhkan Fasilitas Transportasi, Air Bersih, dan Akses Pendidikan di Mimika Timur Jauh

Timika, Pusartimur.com – Warga Kampung Amamapare atau dikenal juga dengan sebutan Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh (MTJ), Kabupaten Mimika, mengeluhkan sulitnya fasilitas transportasi laut dan darat, minimnya sumber air bersih, serta terbatasnya kesempatan anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Padahal, lokasi Kampung Amamapare berada sangat dekat dengan Portsite, salah satu area pelabuhan utama dari PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berfungsi sebagai pusat logistik dan distribusi operasional pertambangan perusahaan tersebut.

Dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan yang digelar di Amamapare pada Selasa (4/11/2025), Kepala Kampung Amamapare, Fakundus Natipia, menyampaikan kekecewaannya terhadap kurangnya perhatian dari PT Freeport Indonesia terhadap kebutuhan dasar warga di wilayahnya.

“Tidak ada kejelasan dari Freeport. Sejak pandemi Covid-19 tahun 2019, kami dipisahkan saat naik bus ke Timika. Dulu dijanjikan setelah Corona selesai, kendaraan akan dikembalikan, tapi sampai sekarang tidak ada. Kami harap Freeport harus jelas,” ungkap Fakundus.

Baca Juga  Tokoh Kamoro Sonny Atiamona Sampaikan Kekesalan Masyarakat Adat ke Pemda dan DPRD Mimika

Ia menambahkan bahwa pihak kampung bersama Kepala Distrik Mimika Timur Jauh sudah beberapa kali mengajukan permintaan kepada pihak PTFI untuk menyediakan satu unit bus bagi masyarakat Amamapare, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Saya dan Bapak Camat sudah minta satu bus saja, tapi sampai sekarang tidak ada jawaban. Apakah kami harus demo dulu baru dijawab?” tegas Fakundus.

Keluhan serupa juga datang dari salah satu warga Kampung Amamapare, Ibu Maria, yang menyoroti kesulitan masyarakat dalam mengakses transportasi laut dan mendapatkan air bersih.

“Kami di kampung ini susah ke kota. Mau ke Mapurujaya saja tidak ada kendaraan laut umum yang bisa masyarakat gunakan. Selain itu, air bersih juga sangat sulit karena pihak perusahaan di Portsite tidak memberikan izin,” ujar Maria dengan nada kesal.

Baca Juga  Ketua KAPP Mimika Apresiasi Peringatan HIMAS 2025: Pintu Masuk Perubahan di Timika

Selain persoalan transportasi dan air bersih, warga juga menyoroti sulitnya anak-anak Amamapare mendapatkan kesempatan pendidikan di Sekolah Taruna milik PT Freeport Indonesia.

“Anak-anak kami banyak yang ingin sekolah dan tinggal di asrama Sekolah Taruna, tapi sudah beberapa tahun ini tidak diberi peluang, padahal mereka ingin sekolah,” tambah Maria.

Warga berharap agar PT Freeport Indonesia dapat memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang tinggal di sekitar area operasional perusahaan, termasuk transportasi, air bersih, dan pendidikan anak-anak.

Mereka menilai, kehadiran perusahaan besar seperti Freeport seharusnya membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar, bukan justru meninggalkan mereka dalam keterbatasan fasilitas dasar. (PT)

Share :

Baca Juga

Kab. Mimika

Warga Soinrat Rajut Kebersamaan untuk Kedamaian Amungsa

Kab. Mimika

Floren Beanal: HIMAS Momentum Persatuan LEMASA demi Masa Depan Mimika

Kab. Mimika

Tokoh Kamoro Sonny Atiamona Sampaikan Kekesalan Masyarakat Adat ke Pemda dan DPRD Mimika

Kab. Mimika

Ketua BM Lemasko Siap Sukseskan Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia

Kab. Mimika

Pansus DPRD Papua Tengah Dorong Musdat Lemasa dan Lemasko Menuju Satu Honai, Satu Perahu Adat Demi Kemajuan Mimika

Kab. Mimika

DAD Mimika Desak Penghormatan Terhadap Simbol Adat

Kab. Mimika

Johanis Kasabol: Warga Suku Amungme Harus Bersatu Demi Kemajuan di Atas Bumi Amungsa

Kab. Mimika

Bakti Satgas Yonif 123/Rajawali: Layanan Kesehatan Door to Door untuk Warga Senggo, Asmat