Saparua Timur,PT – Pemerintah Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah, menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80 serta Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025. Upacara dengan tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Bersama PGRI Kita Wujudkan Indonesia Emas” tersebut dilaksanakan di halaman SMP Negeri 28 Maluku Tengah pada Selasa, 25 November 2025, dan berlangsung dengan khidmat.
Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Saparua Timur Yan Hatu, S.Pd. bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara A. Loupatty bertugas sebagai Komandan Upacara. Kegiatan turut dihadiri oleh Sekcam Saparua Timur Andre Jaso, pengurus PGRI, para guru mulai dari jenjang PAUD hingga SMK se-Kecamatan Saparua Timur, para ketua komite, pemerintah negeri, serta tokoh agama.
Pesan Menteri Pendidikan
Dalam upacara tersebut, Korwil Yan Hattu membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Amanat tersebut menegaskan agenda besar pemerintah pusat mengenai sentralisasi tata kelola guru, pemerataan kesejahteraan, redistribusi tenaga pendidik secara adil, serta penyelesaian permasalahan status guru honorer.
Amanat tersebut juga memuat empat prioritas strategi Kemendikdasmen Tahun 2025, yaitu:
- Wajib belajar 13 tahun
- Peningkatan mutu pendidikan vokasi (SMK)
- Penguatan literasi dan pendidikan karakter
- Inovasi pembelajaran digital
Korwil: Kompetensi Guru Menentukan Kemajuan Siswa
Usai upacara, Korwil Yan Hattu kepada Pusar Timur menjelaskan bahwa peningkatan sumber daya dan kompetensi guru merupakan prioritas utama. Menurutnya, keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh kualitas guru dalam mengembangkan kompetensinya.
“Apabila guru memiliki kompetensi yang baik, saya yakin siswa pun akan memiliki kompetensi yang baik,” ungkap Hattu.
Ia juga menegaskan makna tema HUT PGRI Tahun 2025, ‘Guru Hebat Indonesia Kuat’, sebagai ajakan untuk terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai inovasi pendidikan. Ia optimistis guru-guru di Kecamatan Saparua Timur akan menjadi semakin hebat ke depan.
Sekcam: Tugas Guru Semakin Kompleks di Era Digital
Senada dengan itu, Sekcam Saparua Timur Andre Jaso, mewakili Camat Saparua Timur Halid Patisahussiwa, S.Sos, menyampaikan bahwa di era digital dan globalisasi saat ini, tugas guru semakin kompleks dan penuh tantangan.
Menurutnya, tidak sedikit guru menghadapi tekanan sosial maupun persoalan hukum akibat laporan dari siswa, orang tua, atau lembaga swadaya masyarakat terkait proses mendidik.
“Guru sering disalahkan, bahkan ada yang sampai dipolisikan. Karena itu, di HUT PGRI ke-80 dan HGN 2025 ini, kami berharap adanya kerja sama yang baik antara orang tua dan guru agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi,” harap Jaso. (PT)










