Ambon, PT- Pemerintah Kota Ambon bersama LPTQ secara resmi melepas 13 peserta kafilah yang akan mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXVIII Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2025.
Pelepasan ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membina generasi muda Islami yang unggul dan berprestasi, Selasa 17 Mei 2025.
Kegiatan ini didukung penuh oleh LPTQ Kota Ambon, Kementerian Agama Kota Ambon, dan Pemerintah Kota Ambon sebagai wujud sinergi dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan spiritual di kota ini.
13 Peserta Siap Berlaga di Berbagai Cabang Lomba STQH
Ketua LPTQ Kota Ambon, Syarif Bakri Asyatru dalam laporannya menyampaikan bahwa 13 peserta telah resmi terdaftar dalam aplikasi resmi STQH dan siap mengikuti berbagai cabang lomba, di antaranya:
Tilawah Anak-anak Putra/Putri: 2 orang
Tilawah Dewasa Putra/Putri: 2 orang
Hafalan Hadis 100: 1 orang
Hafalan 10 Juz Putra/Putri: 2 orang
Cabang lainnya: 6 orang
Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dan Hadis (KTIH): 2 orang
Para peserta diharapkan mampu menunjukkan potensi terbaik mereka agar dapat melaju ke STQH Tingkat Nasional yang direncanakan akan berlangsung di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membina dan menyiapkan para peserta. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya membangun Kota Ambon sebagai rumah bersama yang adil, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai spiritualitas.
“Membangun Kota Ambon adalah tanggung jawab kolektif. Keikutsertaan adik-adik dalam STQH bukan semata-mata mengejar juara, tapi sebagai wujud memuliakan Allah SWT dan menunjukkan kualitas spiritualitas anak-anak Ambon,” ujarnya.
Wattimena juga mengingatkan agar pelatih dan pendamping membina peserta dengan kasih dan tanpa tekanan. Keikutsertaan ini hendaknya menjadi ajang pengembangan diri, bukan beban prestasi.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menegaskan bahwa Kota Ambon memiliki keunggulan objektif dibanding kabupaten/kota lainnya di Maluku dalam bidang seni dan keagamaan.
“Setiap kali kita ikut event seperti STQH, Pesparawi, dan lainnya, saya selalu optimis Kota Ambon bisa bersaing dan bahkan menjadi juara umum,” tambahnya.
Pesan utama yang disampaikan Wali Kota adalah agar seluruh peserta menjadikan ajang ini sebagai sarana untuk memuliakan Allah SWT, bukan semata-mata mencari gelar juara. Dengan niat yang ikhlas dan latihan yang maksimal, keberhasilan akan mengikuti.
“Juara itu adalah bonus. Tujuan utama adalah mempersembahkan potensi terbaik dalam membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an,” tegasnya. (PT)










