AMBON, PT- Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian, meminta pemerintah daerah bersama seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Maluku.
Kondisi cuaca yang dipengaruhi fenomena El Niño dinilai perlu diantisipasi melalui pengawasan ketat dan edukasi kepada masyarakat.
Ary mengatakan, kondisi cuaca kering yang terjadi saat ini tidak hanya dialami Maluku, tetapi juga sejumlah daerah lain di Indonesia hingga berbagai wilayah dunia. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi memicu kebakaran lebih luas.
Menurutnya, pembakaran yang dilakukan secara sengaja justru akan merugikan masyarakat sendiri, terutama ketika kondisi lingkungan sedang rentan terhadap kebakaran.
“Jangan sampai kita sengaja membakar. Kalau kita sengaja membakar, dampaknya bukan kepada siapa-siapa, tetapi kembali kepada kita sendiri,” ujarnya kepada media di Ambon, Sabtu (10/10/2026).
Ia meminta Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, serta dinas teknis terkait untuk meningkatkan sosialisasi secara berulang agar masyarakat memahami bahaya pembakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering.
Ary menilai, edukasi kepada masyarakat harus berjalan beriringan dengan pengawasan di lapangan. Dengan demikian, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat meningkat dan risiko kebakaran bisa ditekan.
Selain persoalan lingkungan, Ary juga menyoroti dampak asap kebakaran yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Ambon selama beberapa waktu.
Ia meminta Dinas Kesehatan bersama instansi teknis lainnya mengambil langkah antisipatif untuk memantau potensi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Menurutnya, meskipun belum terdapat laporan warga yang jatuh sakit sebagaimana disampaikan dalam keterangannya, dampak asap sudah dirasakan sehingga tidak boleh diabaikan.
“Dinas Kesehatan bersama seluruh dinas teknis mesti melihat persoalan ini secara serius, karena dampak asap sudah ada. Jangan menunggu sampai masyarakat jatuh sakit baru kita bertindak,” tegasnya.
Ia berharap, langkah pemantauan dan pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan, terutama untuk melindungi masyarakat yang rentan terhadap gangguan pernapasan akibat asap kebakaran.
Ary menegaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Pemerintah daerah perlu memperkuat pengawasan agar kebakaran tidak terus berulang di lokasi yang sama maupun meluas ke wilayah lain.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota di Maluku mengambil langkah serupa, mengingat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menjadi persoalan di Kota Ambon.
Menurutnya, apabila ditemukan pihak yang sengaja melakukan pembakaran, aparat terkait harus menindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kalau ada yang sengaja melakukan pembakaran, harus ada konsekuensi sesuai aturan. Kondisi alam seperti sekarang ini tidak boleh diperparah dengan tindakan yang membahayakan masyarakat dan lingkungan,” katanya.
Ary berharap sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat diperkuat untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan serta meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan dan lingkungan di Maluku.
Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, terlebih ketika kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah. (PT)








