Ambon, PT- Manager PLN UP3 Ambon, Ramli Malawat, menjelaskan bahwa PLN terus berupaya meningkatkan rasio elektrifikasi di Provinsi Maluku yang saat ini telah mencapai 97 persen.
Menurut Ramli, masih terdapat sejumlah desa yang belum sepenuhnya dialihkan ke sistem kelistrikan PLN karena saat ini dikelola secara mandiri oleh pihak desa atau swasta. Desa-desa tersebut umumnya menggunakan genset milik pemerintah desa untuk menyuplai listrik ke rumah-rumah warga.
“Kami sudah melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh desa di Maluku. Desa-desa yang belum teraliri listrik PLN kebanyakan masih dikelola secara mandiri. Satu desa biasanya memiliki genset yang dibeli oleh pemerintah desa, lalu listriknya disalurkan ke rumah-rumah warga,” jelasnya kepada pusartimur.com di Baileo Oikumene Ambon, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, terdapat sekitar 135 desa di Maluku yang hingga kini masih bergantung pada sistem kelistrikan mandiri. PLN siap mengambil alih pengelolaan listrik di desa-desa tersebut, namun hal itu memerlukan koordinasi dan dukungan dari pemerintah daerah serta pihak desa.
“Kami berharap ada komunikasi dan dukungan dari pemerintah daerah agar proses pengalihan ke PLN bisa berjalan lancar. Anggaran untuk program elektrifikasi 2026 sudah kami siapkan, namun perlu ada laporan resmi dari pemerintah desa agar kami bisa segera membangun jaringan listrik di wilayah tersebut,” lanjutnya.
Ramli menegaskan, PLN berkomitmen untuk mewujudkan rasio elektrifikasi 100 persen di Maluku, sejalan dengan arahan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang menargetkan seluruh desa di Indonesia dapat menikmati listrik secara merata.
Beberapa wilayah yang masih dalam proses pengalihan listrik di antaranya berada di Dobo, Seram Bagian Timur, dan Masohi. PLN berharap kerja sama lintas sektor dapat mempercepat pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Maluku.
“Kami terus berupaya menindaklanjuti arahan Menteri ESDM agar rasio elektrifikasi di Maluku bisa mencapai 100 persen. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Maluku yang terang dan sejahtera,” tutupnya. (PT)










