Home / Economy / Kota Ambon

Senin, 13 Juli 2026 - 11:40 WIB

Pemkot Ambon Apresiasi ‘QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026’, Dorong Transformasi Digital dan Potensi Lokal

AMBON, PT – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memberikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku atas terselenggaranya ajang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS” ini dinilai sangat relevan dengan tantangan pembangunan daerah saat ini, khususnya dalam memadukan inovasi teknologi dengan kearifan lokal.

Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh menggerus jati diri dan budaya daerah. Sebaliknya, digitalisasi harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana penguat ekonomi berbasis potensi lokal.

“Transformasi digital tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi, tetapi juga menjadi motor penggerak penguatan UMKM, peningkatan daya saing daerah, serta pelestarian kekayaan budaya dan kuliner lokal kita,” ujar Ely Toisutta saat membuka kegiatan, Senin (13/7/26) di Negeri Rutong.

Dikatakan Wawali, Pemkot Ambon menyambut positif konsep acara yang secara apik memadukan edukasi transaksi digital dengan promosi pariwisata, budaya, dan kuliner. Sinergi ini dirasa krusial mengingat tren pertumbuhan ekonomi Kota Ambon yang terus menunjukkan kinerja positif dan membutuhkan fondasi inovasi yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Ely menjelaskan bahwa kehadiran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) memiliki peran strategis yang melampaui sekadar alat pembayaran modern. QRIS bertindak sebagai jembatan yang mengintegrasikan ekosistem perekonomian mulai dari masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, sektor perbankan, hingga industri pariwisata.

Baca Juga  Bayu Rafisukmawan : Melalui Transformasi Tata Kelola Keuangan, Jasa Raharja Wujudkan Efisiensi dan Akurasi dalam Melayani Masyarakat

Dengan adopsi sistem pembayaran modern ini, wisatawan yang berkunjung ke Ambon akan mendapatkan kemudahan akses transaksi tanpa perlu terkendala metode tunai. Di sisi lain, pelaku UMKM diuntungkan dengan kemudahan pelayanan, pencatatan data transaksi yang lebih rapi, serta perluasan jangkauan promosi.

Menurut Wawali, Pemilihan Negeri Rutong sebagai lokasi pembukaan acara juga dinilai sangat tepat. Negeri Rutong tidak hanya dikenal lewat panorama alamnya yang memukau, melainkan juga kekayaan sejarah, budaya, dan potensi ekonomi berbasis sagu yang menjadi identitas kuat masyarakat Maluku.

“Ini adalah potret kolaborasi yang nyata antara sektor keuangan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia pariwisata, hingga masyarakat adat,” tambah Ely.

Di akhir sambutannya, Wawali mengajak seluruh peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 untuk menjadi duta promosi yang membawa cerita positif mengenai keindahan alam, kehangatan masyarakat, serta kelezatan kuliner Ambon ke ranah yang lebih luas.

Pemkot Ambon juga mengimbau seluruh elemen—mulai dari OJK, perbankan, akademisi, hingga media—untuk memperkuat sinergi demi mendorong perluasan penggunaan digitalisasi pembayaran di pasar tradisional, pusat kuliner, hingga pelaku usaha mikro guna mewujudkan ekonomi daerah yang tangguh dan adaptif.

Baca Juga  VANATH : GUBERNUR MILIKI SPIRIT JADIKAN BPDM SEBAGAI LOKOMOTIF PERGERAKAN EKONOMI DI MALUKU DAN MALUKU UTARA

Ditempat yang sama, Plh.Kepala Perwakilan BI Maluku, Rahmat Pratama, menjelaskan QRIS Jelajah Indonesia atau QJI merupakan bagian dari event festival keuangan digital yang bertujuan untuk mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran secara inklusif dan berkelanjutan.

“QJI tahun 2026 merupakan gelaran ketiga yang akan diselenggarakan di seluruh provinsi di Indonesia dengan mengusung tema jelajah kuliner Nusantara bayar praktis dengan QRIS,” ujarnya.

Rahmat tandaskan, tema kuliner Indonesia diangkat sebagai ekspresi budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal karena memiliki keterkaitan yang kuat dengan aktivitas transaksi masyarakat serta dorongan perluasan digitalisasi pada sektor UMKM dan pariwisata.

Untuk diketahui, rangkaian QJI Maluku 2026 akan dilaksanakan 13 – 17 Juli 2026 dan akan berlangsung di dua lokasi yaitu di Negeri Rutong Kota Ambon dan Kepulauan Banda kabupaten Maluku tengah. Dalam event ini akan berkompetisi 6 (enam) regu yang akan menjalankan misi mengkampanyekan QRIS serta inisiasi digitalisasi sistem pembayaran lainnya. Regu yang keluar sebagai pemenang akan mewakili Maluku di tingkat Regional dan Nasional. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

OJK Wajibkan PUJK Miliki Unit Literasi dan Inklusi Keuangan Sesuai POJK 3 Tahun 2023

Economy

PT Jasa Raharja Gelar Aksi Ramadan 2025 di Yogyakarta, Ajak Insan Jasa Raharja Adaptif Menjalani Perubahan dan Transformasi

Kota Ambon

Resmi Dilantik Presiden, Bodewin – Ely Ikut Retret di Akmil Magelang

Kota Ambon

18 Majelis Jemaat Dilantik di Gereja Protestan Maluku, Negeri Kilang

Economy

Agusman Tekankan Sinergi OJK untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Maluku

Kota Ambon

Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka: Tinjau Uji Coba MBG di SD Hative Besar

Kota Ambon

Mahasiswa KKN UKIM Didorong Jadi Agen Perubahan di Kota Ambon

Kota Ambon

Warung Makan di Kebun Cengkeh Ambon Terbakar