Home / Kab. Seram Bagian Barat

Sabtu, 15 November 2025 - 14:47 WIB

Pellu Wakili Bupati SBB dalam Pembukaan Penilaian Perluasan Desa Antikorupsi di Desa Neniari

Piru, PT – Program perluasan Desa Antikorupsi yang digagas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten resmi dimulai di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Desa Neniari, Kecamatan Seram Barat, menjadi lokasi pertama pelaksanaan penilaian di wilayah Maluku tahun 2025.

Mewakili Bupati Seram Bagian Barat, Aisa Pellu, SH, selaku Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, menghadiri sekaligus membuka kegiatan penilaian tersebut. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Pellu, disampaikan bahwa Desa Neniari kini menjadi pusat perhatian tidak hanya bagi Kecamatan Seram Barat, tetapi juga menjadi Duta Integritas Kabupaten SBB.

Turut hadir Tim Penilai Inspektorat Provinsi Maluku yang dipimpin oleh Selvi Ivakdalam, S.E., M.Si, Inspektur Pembantu I Inspektorat Daerah Provinsi Maluku.

Baca Juga  Rutasouw Fokus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat SBB Lewat Hasil Reses

Bukan Sekadar Formalitas

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa kegiatan penilaian ini bukan hanya seremoni, tetapi merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan sebelumnya seperti observasi, bimbingan teknis, dan monitoring. Bupati SBB menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Desa Neniari dinilai telah menunjukkan kesiapan dalam memenuhi berbagai indikator penting, antara lain:

  • Penguatan tata laksana melalui perangkat desa dan BPD yang memahami mekanisme APBDes secara menyeluruh,
  • Penguatan pengawasan melalui pemahaman pakta integritas,
  • Pengendalian gratifikasi, suap, dan konflik kepentingan,
  • Penerapan nilai-nilai good governance di tingkat desa.

Menurut Bupati, capaian tersebut merupakan bukti bahwa Desa Neniari siap menuju desa yang mengedepankan integritas dan transparansi.

Baca Juga  Nelayan asal Pulau Saparua ditemukan meninggal dunia

Lima Komponen Utama

Bupati juga mempersilakan tim penilai untuk melakukan tugasnya, baik melalui kunjungan kantor, pengecekan lapangan, hingga pleno penilaian. Penilaian akan difokuskan pada lima komponen utama, yaitu:

  1. Tata Laksana
  2. Pengawasan
  3. Kualitas Pelayanan Publik
  4. Partisipasi Masyarakat
  5. Kearifan Lokal

Bupati meyakini bahwa Desa Neniari mampu mempertanggungjawabkan seluruh indikator tersebut di hadapan tim penilai.

Harapan Menjadi Desa Antikorupsi

Di akhir sambutan, Pellu berharap proses penilaian berjalan lancar serta menghasilkan keputusan terbaik bagi Desa Neniari. Ia optimis desa tersebut akan menjadi desa antikorupsi percontohan pertama di Kabupaten Seram Bagian Barat, sekaligus menginspirasi desa-desa lain di Maluku untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. (PT)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Bupati SBB Ingatkan Pentingnya Koordinasi Desa dengan Pemda untuk Hindari Konflik

Kab. Seram Bagian Barat

Pastikan Keamanan, Kapolsek Kawal Malam Takbiran Hingga Sembelih Hewan Kurban

Kab. Seram Bagian Barat

KPU SBB Gelar Rapat Pleno Terbuka untuk Pengambilan Nomor Urut

Kab. Seram Bagian Barat

ATLIT TINJU SASANA DIRGANTARA LANUD PATTIMURA RAIH PRESTASI DI KEJURDA BUPATI SBB CUP I 2025

Kab. Seram Bagian Barat

Hari Pertama Berkantor, Mahulette  Dikunjungi Sekertaris Fraksi Partai Golkar Kota Bitung

Economy

Layanan Broadband Telkomsel & IndiHome di Maluku Telah Pulih

Kab. Seram Bagian Barat

Pemda SBB Gelar Pelatihan Cetak dan Las: Bekal Warga Raih Keterampilan, Dongkrak Ekonomi Daerah

Kab. Seram Bagian Barat

Perpajakan Desa Jadi Fokus, KP2KP Piru Edukasi Bendahara OPD di SBB