AMBON, PT — Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Sejumlah nama mulai disebut berpeluang maju dalam pemilihan ketua.
Kader DPD Partai Demokrat Maluku, Simon G. Pattiwaellapia, S.Hut, mengatakan dinamika internal partai menjelang Musda akan meningkat. Menurut dia, kader akan menyampaikan aspirasi dan membangun komunikasi untuk menentukan sosok yang dinilai mampu membawa Demokrat Maluku lebih baik.
Pernyataan itu disampaikan Pattiwaellapia kepada wartawan di Ambon, Senin (5/10/2026).
Ia mengatakan konsolidasi kader akan semakin intens menjelang Musda. Komunikasi politik juga diperkirakan berlangsung untuk memetakan dukungan terhadap sejumlah figur yang dinilai memiliki kapasitas memimpin partai.
Dalam konteks itu, Pattiwaellapia menyebut Thaher Hanubun sebagai salah satu tokoh yang patut diperhitungkan. Ia menilai Hanubun memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang dapat menjadi modal memimpin organisasi.
“Thaher Hanubun memiliki pengalaman politik dan pemerintahan yang cukup panjang. Karena itu, beliau layak dipertimbangkan untuk memimpin Demokrat Maluku,” ujar Simon.
Menurut dia, pengalaman tersebut dapat membantu partai menghadapi tantangan organisasi, termasuk memperkuat koordinasi, konsolidasi, dan komunikasi antarkader di seluruh Maluku.
“Beliau layak diberikan kesempatan untuk memimpin Partai Demokrat Maluku. Selain pengalaman, Thaher Hanubun juga memiliki modal sosial yang kuat,” katanya.
Pattiwaellapia mengatakan Demokrat Maluku membutuhkan figur yang memahami karakteristik masyarakat kepulauan serta perkembangan sosial dan politik daerah.
Ia menyebut pengalaman Hanubun sebagai kepala daerah di Maluku Tenggara dan keterlibatannya di lembaga legislatif sebagai bagian dari rekam jejak yang perlu dipertimbangkan dalam Musda.
Hanubun, lanjut Pattiwaellapia, bukan figur baru dalam politik Maluku. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara dan DPRD Provinsi Maluku sebelum dipercaya memimpin Kabupaten Maluku Tenggara.
“Demokrat membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola organisasi, membangun komunikasi dengan seluruh kader, dan mengonsolidasikan kekuatan partai mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ia menilai kepemimpinan DPD Partai Demokrat Maluku berkaitan dengan persiapan menghadapi agenda politik nasional, termasuk Pemilu 2029. Karena itu, penguatan struktur organisasi, kaderisasi, dan komunikasi politik harus menjadi prioritas.
Namun, Pattiwaellapia mengakui perolehan suara pada Pemilu 2029 dan peluang dalam Pilkada Maluku tidak hanya ditentukan oleh ketua partai. Soliditas organisasi, strategi politik, dan perkembangan situasi menjelang pemilu juga berpengaruh.
Ia menegaskan dukungannya terhadap Hanubun didasarkan pada pengalaman politik dan pemerintahan yang dimiliki mantan legislator tersebut.
“Thaher Hanubun memiliki pengalaman panjang dalam politik Maluku. Hal itu dapat menjadi pertimbangan bagi kader dalam menentukan arah kepemimpinan Demokrat Maluku ke depan,” pungkasnya. (PT)








