Home / Kota Ambon

Senin, 30 Desember 2024 - 13:02 WIB

Mengurangi Kemiskinan di Maluku: Perlu Win-win Solution

AMBON, puaartimur.com – Maluku, salah satu provinsi yang turut memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, dan masih menghadapi tantangan besar dalam hal pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Minimnya perhatian dari pemerintah pusat (Pempus) menjadi salah satu penyebab utama tingginya tingkat kemiskinan di provinsi ini.

Padahal, masyarakat Maluku telah menunjukkan kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Meski demikian, dari era Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, perhatian serius untuk membangun Maluku agar keluar dari kemiskinan tampaknya belum terealisasi.

Berbagai program seperti Lumbung Ikan Nasional (LIN), Ambon New Port (ANP), dan Blok Masela hanya sebatas rencana tanpa implementasi nyata. Untuk itu, diperlukan win-win solution dari pemerintah pusat guna mengatasi kemiskinan di Maluku.

Harapan di Era Kepemimpinan Presiden Prabowo

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, masyarakat Maluku berharap ada perubahan signifikan. Provinsi Maluku saat ini berada di peringkat empat nasional dalam hal kemiskinan. Dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam seperti cengkih, pala, dan kekayaan laut, pembangunan yang terarah dapat membantu Maluku keluar dari jerat kemiskinan.

Baca Juga  Fokus pada Kebersihan dan Pengelolaan Modern, Pemkot Ambon Siap Revitalisasi Pasar Arumbai

Maluku, yang dikenal sebagai “bumi kepulauan,” menyimpan kekayaan alam melimpah yang dulu menjadi incaran bangsa Eropa. Namun, pengelolaannya hingga kini masih jauh dari optimal. Semangat kebangsaan dan perhatian dari pemerintah pusat menjadi kunci untuk mengubah keadaan ini.

Pemerintahan HL dan AV: Harapan Baru Maluku

Terpilihnya Hendrik Lewerisa (HL) sebagai Gubernur Maluku dan Abdulah Vanath (AV) sebagai Wakil Gubernur membawa optimisme baru. Dalam visi-misi mereka, HL dan AV berkomitmen untuk menurunkan angka kemiskinan melalui program-program prioritas yang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo.

Pemerintahan mereka, yang dikenal dengan slogan LAWAMENA, menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama. Pelantikan yang direncanakan pada 7 Februari 2025 menjadi awal perjalanan untuk membangun Maluku yang maju, bermartabat, dan sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia.

Baca Juga  SELVI GIBRAN RAKABUMING LANTIK MAYA BABY RAMPEN LEWERISSA JADI KETUA DEKRANASDA PROVINSI MALUKU 2025-2030

Kemitraan dengan Pemerintah Pusat

HL, sebagai sosok yang dekat dengan Presiden Prabowo, diharapkan mampu membangun komunikasi yang intens dengan pemerintah pusat. Kedekatan ini diyakini dapat membawa perhatian lebih bagi pembangunan di Maluku. Dukungan dari pemerintah pusat, ditambah komitmen kuat dari masyarakat Maluku, menjadi fondasi bagi keberhasilan program-program yang akan dilaksanakan.

Optimisme Masyarakat Maluku

Dengan semangat “kasih bae Maluku,” masyarakat Maluku siap mendukung pemerintahan HL dan AV dalam mengurangi kemiskinan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemerintah pusat menjadi kunci untuk menjadikan Maluku sebagai provinsi yang sejajar dengan daerah lain di Indonesia.

Melalui kerja keras dan sinergi yang erat, Maluku dapat keluar dari peringkat kemiskinan nasional dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakatnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Peningkatan PAD 2026, Dinas Perhubungan Jalankan Program Prioritas Wali Kota

DPRD Kota Ambon

Pemkot – DPRD Ambon Setujui Tiga Ranperda Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial

Kota Ambon

18 Majelis Jemaat Dilantik di Gereja Protestan Maluku, Negeri Kilang

Economy

Laporkan LKPM Triwulan III 2025, Pemkot Himbau Pelaku Usaha

Kota Ambon

Distrik Navigasi Ambon Evakuasi KLM Terajana dan 17 Penumpang

Kota Ambon

Teken Pakta Integritas, Kajati Maluku Berharap Pembangunan Bandara Pattimura Ambon Berjalan Lancar

Kota Ambon

Gubernur & Wagub Ikuti Pelantikan Pengurus Wilayah MES Maluku dan Pembukaan Gerak Syariah Tahun 2025

Kota Ambon

Gubernur Maluku Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Toleransi