Home / Uncategorized

Kamis, 30 Januari 2025 - 11:33 WIB

Malam Ramah Tamah Imlek 2576 di Ambon: Pererat Persaudaraan dan Harmoni Sosial

Ambon, pusartimur.com- Kota Ambon menggelar Malam Ramah Tamah Imlek 2576 yang diselenggarakan oleh Yayasan Simpati Kota Ambon dan warga Tionghoa. Acara berlangsung di Gedung Presisi Polda Maluku, Tantui, pada Rabu, 29 Januari 2025, dengan tema:

“Mempererat Tali Persaudaraan Keharmonisan di antara Warga Tionghoa yang Membangun Hidup yang Damai dan Toleran.”

Penjabat Wali Kota Dominggus Kaya: Imlek sebagai Momen Evaluasi Diri dan Harmoni Sosial

Penjabat Wali Kota Ambon, Dominggus Kaya, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga Tionghoa Kota Ambon, khususnya Yayasan Simpati, atas terselenggaranya acara ini.

“Hari ini kita bisa hadir dalam acara malam Ramah Tamah Imlek 2576 dengan sehat walafiat. Ini adalah momen penuh sukacita dan kebahagiaan yang mempererat tali persaudaraan,” ungkap Kaya, Kamis Malam

Kaya mengajak masyarakat memanfaatkan Tahun Baru Imlek sebagai waktu untuk introspeksi diri, memperkuat hubungan keluarga, dan meningkatkan kualitas kehidupan. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur seperti menghormati orang tua, berbagi, dan bekerja keras.

Baca Juga  Kunjungan Wapres Gibran Rakabuming Raka: Tinjau Uji Coba MBG di SD Hative Besar

Dalam perayaan Imlek 2576, masyarakat Tionghoa memasuki tahun dengan Sio Ular Kayu.

Menurut Kaya, Ular Kayu melambangkan kecerdasan, kebijaksanaan, strategi, dan kemampuan beradaptasi. Sementara itu, elemen Kayu mencerminkan pertumbuhan, kredibilitas, dan kreativitas.

“Ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi kembali prioritas hidup, menyesuaikan tujuan jangka panjang, dan meninggalkan hal-hal yang tidak relevan lagi,” jelas Kaya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Simpati Kota Ambon, Edison Patty, mengapresiasi kerja keras pemerintah dan KPU dalam menyelenggarakan tiga momentum besar tahun ini, yaitu Pemilu Gubernur, Pemilu Wali Kota, dan Perayaan Imlek.

Ia menegaskan bahwa stabilitas yang terjaga memberi kepercayaan bagi warga Tionghoa yang bergerak di sektor perdagangan dan investasi. Dengan kepemimpinan baru di Maluku, ia optimis akan semakin banyak peluang investasi dan lapangan kerja terbuka.

Baca Juga  Lekransy: Kota Ambon Tuan Rumah Rakornas dan Konferensi Internasional ASPIKOM

Patty juga mengumumkan bahwa Yayasan Simpati telah menambah lahan pemakaman seluas 31.642 meter persegi di Dusun Tanah, Desa Rumah Tiga.

“Pemakaman ini disediakan secara gratis dan telah memberdayakan masyarakat sekitar. Kami ingin membiasakan mereka mendapatkan penghasilan dari kerja kerasnya sendiri,” jelasnya.

Ditambahkan, Ketua Panitia, Alin Tjoa Tini Pinantoan, menjelaskan bahwa Imlek lebih dari sekadar perayaan Tahun Baru.

“Imlek adalah simbol harmoni di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya. Ini adalah momen cinta, kehangatan keluarga, penghormatan, dan harapan yang baik untuk masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti lambang-lambang tradisi Imlek, seperti: Lampion merah sebagai simbol harapan. Aneka jajanan dan makanan sebagai simbol keberlimpahan. Angpao (amplop merah) sebagai simbol kebahagiaan.

Selain itu, acara ini juga menampilkan berbagai seni budaya Tionghoa, termasuk musik klasik, tari tradisional, dan atraksi barongsai. (PT)

 

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Windows Loader ✓ Activate Windows 7 & 10 OS Now ➤ Free Download

Uncategorized

Pj Gubernur Papua Sidak Integrated Terminal Jayapura, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Jamin Stok BBM & LPG Aman

Uncategorized

Peduli Kemanusiaan, Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Ternate

Uncategorized

Wapres Gibran Tinjau BMPP Nusantara 1 untuk Dorong Listrik 24 Jam di Maluku

DPRD Maluku

Rutasouw Fokus Tingkatkan Ekonomi Masyarakat SBB Lewat Hasil Reses

Uncategorized

Wali Kota Ambon Pastikan Reformasi Birokrasi Berjalan Sesuai Mekanisme

Uncategorized

Jelang Sidang ke-39, Sinode GPM Tetapkan Logo Baru dan Maknanya

Uncategorized

Pemkot Kembali Gelar GPM