Home / Economy

Rabu, 15 Oktober 2025 - 17:48 WIB

Lindayati, Perajin Tenun Asal Makassar yang Menjaga Warisan Budaya Lewat Karya Bernilai Tinggi

Makassar, PT — Lindayati, seorang perajin tenun asal Kota Makassar, menjadi salah satu contoh nyata pelaku ekonomi kreatif yang berhasil mengangkat warisan budaya lokal ke tingkat nasional. Berawal dari hobi dan kecintaannya terhadap kain tradisional, kini karya tenun Lindayati telah dikenal hingga ke kalangan pejabat tinggi dan kolektor kain di Indonesia.

Perjalanan suksesnya bermula ketika ia mendapat kesempatan dikunjungi langsung oleh Ibu Gubernur Sulawesi Selatan. Dari situ, peluang untuk memperkenalkan karya tenunnya semakin terbuka lebar. “Alhamdulillah, saya coba masuk ke Dekranasda, dan sejak itu pernah ada kunjungan dari Pangdam serta tamu dari Jakarta. Barang saya bahkan sempat dibeli oleh Ibu Menteri dengan harga Rp7,5 juta,” ungkap Lindayati.

Tidak hanya itu, beberapa kolektor juga membeli tenun buatannya dengan harga fantastis. “Pernah ada yang membeli kain tenun saya seharga Rp10 juta, bahkan Ibu Laksamana Sukardi membeli dengan harga antara Rp25 juta hingga Rp27 juta karena mencari kain lawas,” ujarnya.

Menurut Lindayati, karyanya bisa bersaing dengan daerah lain, namun ia menekankan pentingnya kolaborasi. “Kita jangan hanya bersaing, tapi bagaimana saling mensupport agar sama-sama maju dan dikenal lebih luas,” katanya.

Baca Juga  Dinas Sosial Provinsi Maluku Kunjungi Dinsos Kota Ambon Bahas Monev Terpadu Bansos dan PKH

Kolaborasi dan Dukungan dari Pemerintah

Lindayati juga sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah. Produk-produk tenunnya kerap dijadikan souvenir resmi instansi, baik saat kunjungan maupun acara pelantikan. “Harga paling rendah untuk souvenir instansi sekitar Rp1,5 juta, sedangkan dari Pertamina pernah membeli tenun dengan harga Rp6 juta sampai Rp7 juta,” jelasnya.

Salah satu momen berkesan bagi Lindayati adalah saat tampil dalam fashion show di Jakarta pada BI SAFE 2021, di mana ia berkolaborasi dengan desainer lokal Makassar. “Kami tampil dan karya kami muncul di layar utama. Itu kebanggaan luar biasa,” kenangnya.

Menjaga Kualitas Lewat Packaging dan Storytelling

Selain kualitas kain, Lindayati juga menekankan pentingnya kemasan (packaging) dan cerita di balik produk (storytelling). “Kalau ikut pameran, kita harus punya cara menarik pelanggan. Cerita di balik kain itu penting, walaupun sedikit, tapi punya makna besar,” tuturnya.

Baca Juga  OJK Terima Daftar 21 Koperasi Open Loop dari Kemenkop Sesuai Amanat UU P2SK

Ia juga belajar dari pengalaman saat mengirim produknya ke Jakarta. “Dulu saya kirim pakai dus air mineral. Sampai di sana, langsung ditelepon karena dianggap kurang layak. Akhirnya Bank Indonesia membantu saya membuat packaging baru dengan desain paper bag dari Malang. Sejak itu, tampilan produk saya jauh lebih profesional,” kisahnya.

Pesan untuk UMKM dan Perajin Lokal

Bagi Lindayati, menjaga warisan budaya bukan hanya soal mempertahankan tradisi, tapi juga berinovasi agar produk tetap relevan dengan zaman. “Yang penting itu kualitas, kemasan, dan cerita di baliknya. Kalau tiga hal itu kuat, produk kita pasti bisa bersaing,” pesannya.

Dengan semangat dan dedikasi, Lindayati membuktikan bahwa tenun tradisional dari Makassar tidak hanya memiliki nilai seni tinggi, tetapi juga potensi ekonomi yang besar. Dukungan dari pemerintah, Bank Indonesia, dan Dekranasda menjadi bukti nyata kolaborasi yang mampu membawa UMKM lokal naik kelas. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

SBAM Ranking 1 2025 di Swiss-Belhotel Ambon: Serunya Belajar dan Berkompetisi untuk Anak-Anak

Economy

Gubernur Maluku Hadiri Pembukaan Salam Fest x Moluccas Digifest 2025 di Ambon

Economy

Stabilisasi Pasokan Harga, Esok Pemkot Adakan GPM

Economy

Jelang Nataru, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Bersama Kepala BPH Migas Tinjau Kesiapan Aviation Fuel Terminal Pattimura Ambon

Economy

DUKUNG PARIWISATA BERKELANJUTAN, BANDARA INTERNASIONAL PATTIMURA AMBON RENOVASI FASILITAS TOILET DI PANTAI LIANG DAN PANTAI NATSEPA

Economy

CMSE 2025 Usung Tema Pasar Modal untuk Rakyat, Satu Pasar Berjuta Peluang

Economy

“Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025: Perkuat Kedaulatan Rupiah di 90 Pulau 3T”

Economy

Jasa Raharja Dampingi UMKM Binaan di Ajang INACRAFT 2025, Dukung Promosi Hingga Pasar Global