Ambon, PT– LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon Tahun 2026 resmi digelar sebagai ajang pencarian bakat sekaligus pelestarian seni budaya Islami di Kota Ambon.
Kegiatan ini menjadi bagian dari proses seleksi berjenjang untuk menentukan peserta terbaik yang akan mewakili Kota Ambon pada LASQI Nusantara Fest Tingkat Provinsi Maluku.
Ketua Panitia LASQI Nusantara Fest Kota Ambon, Nita Bin Umar, mengatakan pelaksanaan festival tersebut merupakan lanjutan dari rangkaian seleksi yang sebelumnya telah dilaksanakan di tingkat kecamatan.
Peserta yang berhasil menjadi terbaik dalam seleksi tingkat kecamatan memperoleh kesempatan untuk kembali bersaing pada LASQI Nusantara Fest Tingkat Kota Ambon.
“Pertama-tama kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan dan semua pihak yang telah hadir serta memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” katanya, Jumat (28/8/2026).
Menurutnya, peserta terbaik pada tingkat kota selanjutnya akan dipersiapkan untuk mewakili Kota Ambon dalam LASQI Nusantara Fest Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.
Ia menjelaskan, LASQI Nusantara Fest Kota Ambon Tahun 2026 diikuti sebanyak 135 peserta, baik dalam kategori solo maupun grup.
Untuk kategori Bintang Vokalis, tercatat sebanyak 41 peserta yang terdiri dari kategori anak-anak, remaja dan dewasa, baik putra maupun putri.
Sementara kategori Qasidah Religi diikuti oleh 59 peserta dari berbagai kelompok usia.
Selain itu, panitia juga membuka cabang lomba khusus Qasidah Religi untuk ibu-ibu Majelis Taklim se-Kota Ambon yang diikuti sebanyak 24 grup.
Sementara itu, Ketua Umum LASQI Nusantara Jaya Kota Ambon, Abas Rumadang, mengatakan LASQI Nusantara Fest bukan sekadar ajang perlombaan seni Islami.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana dakwah, ruang ekspresi kreatif serta wadah silaturahmi bagi generasi muda Islam dan masyarakat Kota Ambon.
“LASQI bukan sekadar ajang perlombaan seni Islami, tetapi juga menjadi sarana dakwah, ruang ekspresi sekaligus wadah silaturahmi,” ujarnya.
Abas mengatakan seni kasidah memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan dan nilai-nilai keagamaan kepada masyarakat.
Kasidah, menurutnya, bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga media komunikasi dan dakwah yang mampu memperkenalkan nilai-nilai Islam melalui seni yang indah dan menyentuh hati.
Selain itu, seni Islami juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan bakat yang dimiliki dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, mengajarkan disiplin serta membangun sikap saling menghormati,” katanya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik dan tidak berkecil hati apabila belum berhasil menjadi juara.
Menurutnya, setiap peserta memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mencoba kembali pada pelaksanaan kegiatan berikutnya.
Abas memastikan proses penilaian akan dilakukan secara profesional dan transparan oleh dewan juri.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon, DPRD Kota Ambon serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan LASQI Nusantara Fest Kota Ambon.
Dukungan juga datang dari sejumlah lembaga dan mitra, termasuk Bank Maluku Maluku Utara, OJK, Pegadaian Indonesia dan pihak lainnya. (PT)








