AMBON, Pusartimur.com – Upaya memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di Kota Ambon mendapat dukungan dari jajaran Kepolisian.
Hal ini dinilai penting untuk menjaga Kota Ambon tetap aman, damai, dan sejahtera.
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease saat Kombes Pol. Andrias Susanto Nugroho, S.I.K., M.Si., mengatakan kegiatan dialog dan coffee morning bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) merupakan langkah positif dalam membangun sinergi antarelemen masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa pemerintah daerah, kepolisian, FKUB, serta berbagai unsur masyarakat dapat bersama-sama membangun suasana kehidupan yang harmonis di Kota Ambon.
“Ini kegiatan yang sangat baik dan tentunya akan berdampak positif kepada masyarakat. Harapannya, dengan adanya kegiatan dialog dan coffee morning dengan FKUB, ini menjadi contoh bagi seluruh masyarakat,” ujarnya kepada media di Balai Kota Ambon, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan, sinergi antara Wali Kota Ambon, jajaran pemerintah kota, FKUB, dan seluruh pengurus FKUB diperlukan untuk mewujudkan Kota Ambon yang aman, damai, dan sejahtera.
Ia juga mengapresiasi berbagai program yang telah dilakukan FKUB dalam membangun desa toleransi dan memperkuat kerukunan masyarakat.
Menurutnya, rencana kegiatan FKUB yang menyasar sekolah-sekolah dengan fokus kepada pelajar dan pemuda merupakan langkah strategis.
“Pemuda ini penerus kota ini. Dengan adanya gerakan ini tentunya akan membawa dampak positif kepada generasi muda,” katanya.
Ia menilai, generasi muda perlu mendapatkan pemahaman mengenai nilai-nilai sosial dan budaya yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Maluku.
Salah satu modal sosial tersebut adalah Pela Gandong, yang menurutnya harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Jangan sampai lupa terhadap modal sosial yang dimiliki wilayah Maluku, yaitu Pela Gandong. Terus bersaudara semuanya. Itu harus diturunkan kepada generasi muda,” tegasnya.
Ia menyebut, masyarakat Maluku memiliki modal sosial yang luar biasa melalui tradisi Pela Gandong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Nilai persaudaraan tersebut, kata dia, penting untuk terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah generasi muda.
Ia juga menyinggung gagasan untuk mewujudkan nilai-nilai Pela Gandong melalui berbagai kegiatan bersama masyarakat.
Salah satunya melalui kegiatan Panas Pela atau Panas Gandong, yang dapat menjadi ruang untuk memperkuat kembali ikatan persaudaraan antarmasyarakat.
“Bapak Wali Kota bersama seluruh Forkopimda, yang didukung oleh seluruh paguyuban, akan melaksanakan kegiatan ini. Ini tentunya menjadi bagian dari upaya memperkuat persaudaraan,” ujarnya.
Ia berharap, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, FKUB, tokoh agama, tokoh masyarakat, paguyuban, serta generasi muda dapat terus diperkuat.
Dengan sinergi tersebut, nilai toleransi dan persaudaraan diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Ambon. (PT)








