Ambon, PT- Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Drs. James Thomas Leiwabessy membantah tegas tuduhan yang menyebut dirinya terlibat kasus mesum di ruang kerjanya.
Menurutnya, isu tersebut tidak benar, menyesatkan, dan sangat merugikan baik secara pribadi maupun fungsional.
“Pemberitaan itu tidak benar dan menyesatkan. Seharusnya wartawan sebelum menulis berita cek dulu kebenarannya, supaya menjaga kredibilitas dan menghindari hoax,” ungkap Leiwabessy kepada wartawan di Ambon, Senin (18/8/2025).
Ia menilai tuduhan yang beredar di sejumlah media tanpa bukti jelas merupakan bentuk pembunuhan karakter. Bahkan, dirinya menduga ada oknum yang tidak menyukainya sehingga sengaja menyebarkan isu untuk menjatuhkan kredibilitasnya.
“Belakangan ini banyak berita sepihak tanpa konfirmasi kepada saya. Bahkan ada desakan LSM untuk melakukan demo. Silakan saja, itu hak warga negara, tapi kalau dasarnya tidak benar, itu keliru,” tambahnya.
Sebelumnya, Juru Bicara Gubernur Maluku juga telah memberikan klarifikasi resmi bahwa isu tersebut tidak benar alias hoax. Pemerintah Provinsi menegaskan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh opini yang menyesatkan.
Sebagai bentuk keseriusan membantah tuduhan itu, Leiwabessy mengaku telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
“Laporan polisi sudah saya buat, agar masalah ini semakin jelas. Tuduhan itu tidak benar. Saya pastikan tidak pernah melakukan hal-hal yang seperti itu,” tandasnya. (PT)










