Home / Economy

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Inflasi Tetap Terkendali, Maluku Alami Deflasi 0,75 Persen pada Juli 2026

Oplus_131072

Oplus_131072

AMBON, Pusartimur.com – Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, menyampaikan bahwa inflasi di Provinsi Maluku pada Juli 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional meskipun secara bulanan mengalami deflasi.

“Pada Juli 2026, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,75 persen (month to month/mtm). Sementara secara tahunan inflasi tercatat 2,75 persen (year on year/yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen,” ujar Surya Alamsyah dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, secara spasial deflasi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,14 persen dan Kabupaten Maluku Tengah sebesar 0,26 persen. Sementara itu, Kota Tual masih mencatat inflasi sebesar 0,13 persen.

Baca Juga  Swiss-Belhotel Ambon Apresiasi Kinerja Karyawan Terbaik: Jihan Nurullita dan Cheyenne Sembiring Raih Predikat Best Employee of the Month

Menurut Surya, deflasi pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,71 persen.

Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas ikan layang dan ikan selar akibat meningkatnya hasil tangkapan nelayan yang didukung kondisi cuaca yang relatif kondusif serta pemanfaatan rumpon di wilayah pesisir. Selain itu, harga bawang merah dan tomat juga mengalami penurunan seiring masa panen di sejumlah sentra produksi dan meningkatnya pasokan dari luar Provinsi Maluku.

Surya menambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku akan terus memperkuat sinergi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Baca Juga  Disperindag Ambon - BI Maluku Sosialisasikan Digitalisasi Sistem Pembayaran Bagi Pedagang Kuliner dan Takjil

“Ke depan, pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui empat pilar pengendalian inflasi (4K), yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” katanya.

Ia menambahkan, berbagai program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras SPHP, implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), penyaluran alat dan mesin pertanian, penguatan penyerapan gabah oleh Bulog, serta pemantauan harga secara berkala akan terus dioptimalkan.

Dengan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh anggota TPID, Surya optimistis inflasi di Provinsi Maluku akan tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

CSR Pertamina Integrated Terminal Wayame Luncurkan PORLING, Teknologi Pompa Air Ramah Lingkungan Pertama di Maluku

Economy

Kolaborasi BPJS dan Gojek, Pastikan Pengemudi Mitra Terlindungi Program JKN

Economy

Bank Indonesia Maluku Ajak Masyarakat Jaga Stabilitas Rupiah Melalui Semangat Kebersamaan

Economy

SBAM Ranking 1 2025 di Swiss-Belhotel Ambon: Serunya Belajar dan Berkompetisi untuk Anak-Anak

Economy

Perkembangan ITSK dan Aset Keuangan Digital di Indonesia Selama 2024

Economy

Bersalin Tanpa Biaya, Florensia Rasakan Manfaat Program JKN

Economy

Wujud Apresiasi untuk Insan Pers, Bandara Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Economy

Tingkatkan Pengetahuan, 15 Wartawan Maluku Ikuti Media Edugathering di Kantor OJK Pusat