AMBON, Pusartimur.com – Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku, Surya Alamsyah, menyampaikan bahwa inflasi di Provinsi Maluku pada Juli 2026 tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi nasional meskipun secara bulanan mengalami deflasi.
“Pada Juli 2026, Provinsi Maluku mengalami deflasi sebesar 0,75 persen (month to month/mtm). Sementara secara tahunan inflasi tercatat 2,75 persen (year on year/yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen,” ujar Surya Alamsyah dalam keterangan resminya.
Ia menjelaskan, secara spasial deflasi terjadi di Kota Ambon sebesar 1,14 persen dan Kabupaten Maluku Tengah sebesar 0,26 persen. Sementara itu, Kota Tual masih mencatat inflasi sebesar 0,13 persen.
Menurut Surya, deflasi pada Juli 2026 terutama dipengaruhi oleh turunnya harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,71 persen.
Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas ikan layang dan ikan selar akibat meningkatnya hasil tangkapan nelayan yang didukung kondisi cuaca yang relatif kondusif serta pemanfaatan rumpon di wilayah pesisir. Selain itu, harga bawang merah dan tomat juga mengalami penurunan seiring masa panen di sejumlah sentra produksi dan meningkatnya pasokan dari luar Provinsi Maluku.
Surya menambahkan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Maluku akan terus memperkuat sinergi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Ke depan, pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui empat pilar pengendalian inflasi (4K), yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai program seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), penyaluran beras SPHP, implementasi Program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), penyaluran alat dan mesin pertanian, penguatan penyerapan gabah oleh Bulog, serta pemantauan harga secara berkala akan terus dioptimalkan.
Dengan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan seluruh anggota TPID, Surya optimistis inflasi di Provinsi Maluku akan tetap terkendali dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan sepanjang tahun 2026. (PT)









