Home / Headline

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:05 WIB

Ilham: Target Produksi Pangan Maluku Dipastikan Meningkat Tahun 2025

AMBON, PT. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Dr. Ilham Tauda, M.Si, menyatakan bahwa target produksi pangan Maluku pada tahun 2025 diproyeksikan meningkat signifikan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung sapta cita Gubernur serta asta cita Presiden Prabowo, terutama terkait peningkatan produktivitas pangan strategis nasional.

“Kami diberi target 26 ribu hektare perluasan tambah tanam, dan hingga akhir November 2025 telah tercapai seluruhnya,” ujar Ilham kepada wartawan di ruang tamu Kantor Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, produksi pangan tahun 2025 naik 12 persen dibandingkan 2024.
“Tahun 2024 produksi gabah kering panen tercatat 105 ribu ton, sementara tahun 2025 meningkat menjadi 112 ribu ton,” jelasnya.

Lebih lanjut, produktivitas juga mengalami kenaikan. Pada 2024 produktivitas tanaman padi hanya 3,8 ton per hektare, sedangkan tahun 2025 meningkat menjadi 5,1 ton per hektare.
“Perluasan tambah tanam berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di Maluku,” kata Ilham.

Baca Juga  KAJATI MALUKU BERSAMA JAJARAN FORKOPIMDA, JEMPUT KAPOLDA BARU

Peralatan Pertanian Masih Terbatas

Terkait ketersediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), Ilham mengakui bahwa bantuan yang ada masih jauh dari cukup karena keterbatasan anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Namun pada tahun 2025 terdapat dukungan tambahan berupa 12 unit traktor, 3 unit mesin, dan sekitar 150 unit pompa air, seluruhnya melalui anggaran APBN.
“Bantuan pemberdayaan bagi petani seperti pala, cengkih, buah-buahan, sayur-mayur, dan peternak sebagian besar sudah disalurkan pada 2024 dan 2025,” tegasnya.

Pupuk Subsidi Tersedia

Ilham menambahkan bahwa pupuk bersubsidi seperti NPK, Urea, dan kompos sudah tersedia dan didistribusikan melalui kabupaten/kota untuk ditebus kelompok tani sesuai kebutuhan.

Baca Juga  Memperingati Harlah Pancasila, Jasa Raharja Teguhkan Komitmen pada Nilai-Nilai Pancasila dalam Pelayanan kepada Masyarakat

Kesejahteraan Petani Masih Tantangan

Saat disinggung soal kesejahteraan petani, Ilham menilai bahwa ukuran tersebut bersifat relatif. Indikator seperti nilai tukar petani (NTP) masih perlu ditingkatkan.
“Yang kita harapkan adalah pendapatan petani lebih tinggi daripada pengeluarannya. Itu target kita ke depan,” ucapnya.

Meski optimis terhadap peningkatan produksi, Maluku masih menghadapi defisit kebutuhan beras.
“Kebutuhan beras kita 150 ribu ton, sementara produksi baru mencapai 50 ribu ton, sehingga masih terjadi defisit,” jelasnya.

Defisit tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain indeks pertanaman yang masih rendah, banyaknya lahan sawah yang tidak berfungsi optimal akibat jaringan irigasi yang rusak, serta alih fungsi lahan.

“Contohnya di Kabupaten Buru, banyak petani memanfaatkan lahan di Gunung Botak. Harapan kami ke depan, petani dapat lebih konsisten menggarap lahan agar hasil pertanian meningkat,” tutup Ilham. (**)

Share :

Baca Juga

Headline

Rakor Pembina Samsat Tingkat Nasional 2025 Dorong Transformasi dan Sinergi Stakeholder untuk Pelayanan Publik yang Lebih Modern dan Adaptif

Headline

KAJATI MALUKU AGOES SP BERSAMA JAJARAN FORKOPIMDA MALUKU DALAM UPACARA HUT KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE-80

Headline

PKS Desak KKP Bangun Grand Cold Storage untuk Atasi Kelangkaan Ikan di Ambon dan Makassar

Headline

Lanud Pattimura Bersama Masyarakat Gelar Aksi Bersih Pantai Laha

Headline

Jurnalis Senior Sebut Ada Yang Mencari Kesalahan Mantan Penjabat Gubernur Maluku

Headline

Pj Walikota Himbau Warga Ambon di Daerah Rawan Bencana Waspada

Headline

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Kebakaran Kapal Motor Barcelona V di Perairan Pulau Talise Minahasa Utara

Headline

GUBERNUR SERAHKAN USULAN PROGRAM PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN KEPADA MENTERI PU