Home / DPRD Kota Ambon / Kota Ambon

Jumat, 4 September 2026 - 19:47 WIB

HUT ke-451 Kota Ambon, DPRD dan Pemkot Teguhkan Komitmen Wujudkan “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”

AMBON, PT-  DPRD Kota Ambon bersama Pemerintah Kota Ambon meneguhkan komitmen untuk terus membangun Kota Ambon yang bersih, sehat, maju, aman, nyaman, dan berdaya saing dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon Tahun 2026.

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka mendengarkan pidato Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyambut HUT ke-451 Kota Ambon.

Ketua DPRD Kota Ambon, Mourist Tamaela, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Kota Ambon yang telah bersama-sama melewati perjalanan panjang pembangunan kota.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-451 Kota Ambon tercinta,” ujarnya (Jumat, 4/9/2026).

Menurutnya, memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang besar untuk terus melakukan pembenahan.

Ia menegaskan, tema HUT ke-451 Kota Ambon, “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, bukan sekadar slogan, tetapi mengandung pesan moral dan komitmen bersama.

“Ambon bersih adalah bagaimana kita mewujudkan lingkungan kota yang bersih, bebas dari sampah, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mengatakan usia 451 tahun bukan sekadar angka, tetapi menggambarkan perjalanan panjang Kota Ambon yang penuh sejarah, perjuangan, ketangguhan, persaudaraan, keberagaman, dan harapan.

Menurutnya, masyarakat Kota Ambon telah melewati berbagai tantangan, mulai dari bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi hingga perubahan zaman. Namun, semangat untuk bangkit dan bergandengan tangan menjadi kekuatan yang terus dipertahankan.

“Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon harus kita maknai bukan hanya sebagai sebuah perayaan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk membangun Kota Ambon menjadi lebih baik dari tahun ke tahun,” ujar Bodewin.

Ia mengatakan, pembangunan Kota Ambon hingga 2027 akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seperti ketidakpastian ekonomi global, perubahan iklim ekstrem, pangan dan energi, serta kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

Karena itu, Pemerintah Kota Ambon dituntut mampu merancang program pembangunan yang adaptif terhadap ketidakpastian sekaligus responsif terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Penguatan ekonomi, kata Bodewin, harus dilakukan melalui reformasi struktural, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), peningkatan investasi, transformasi digital, serta penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Ia menyebut sejumlah indikator pembangunan Kota Ambon menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan.

Hingga kuartal I 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Ambon tercatat mencapai 6,09 persen, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Maluku.

Baca Juga  Konflik Hitu-Hunuth Ambon, Ketua DPRD Maluku Imbau Warga Hentikan Pertikaian dan Utamakan Proses Hukum

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Pemerintah Kota Ambon untuk melanjutkan berbagai program pembangunan sekaligus menyelesaikan persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Dalam pidatonya, Bodewin memaparkan perkembangan 17 program prioritas pembangunan Kota Ambon.

Pada sektor air bersih, hingga Agustus 2026 Pemerintah Kota Ambon melalui Perumda Tirta Yapono telah mengembangkan jaringan perpipaan sepanjang sekitar 12.126 meter di sejumlah lokasi. Jumlah pelanggan baru pada semester pertama 2026 mencapai 659 pelanggan, sehingga total pelanggan menjadi sekitar 14.770 pelanggan.

Pemerintah Kota Ambon juga membangun sumur air tanah untuk pemenuhan air baku di sejumlah lokasi.

Di sektor persampahan, volume sampah yang tertangani mencapai sekitar 176,39 ton per hari. Pemerintah juga terus menambah sarana dan prasarana pengelolaan sampah serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia juga menyoroti berbagai upaya mengatasi kemacetan melalui rekayasa lalu lintas, pemeliharaan rambu dan marka jalan, serta penataan transportasi publik.

Untuk pembangunan infrastruktur, Pemkot Ambon terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan jalan, pembangunan jalan baru, serta rehabilitasi sejumlah ruas jalan.

Pemkot Ambon juga memperoleh apresiasi pemerintah pusat melalui penghargaan kinerja infrastruktur dan mendapatkan dukungan anggaran yang akan digunakan untuk perbaikan jalan di Kota Ambon.

Di sektor ekonomi, Pemerintah Kota Ambon terus mendorong pengembangan UMKM, investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sebanyak 50 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah dibentuk sebagai bagian dari program nasional. Pemkot juga memberikan penguatan modal usaha kepada ratusan pelaku usaha mikro.

Ia menyebut realisasi investasi Kota Ambon pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp847 miliar, atau tumbuh sekitar 180 persen.

Pertumbuhan tersebut antara lain terlihat dari semakin berkembangnya usaha kuliner, kafe, restoran dan berbagai sektor usaha lainnya di Kota Ambon.

Dalam bidang pelayanan publik, Pemerintah Kota Ambon terus mempersiapkan operasional Mal Pelayanan Publik (MPP).

Gedung MPP telah menerima penyerahan fisik dan selanjutnya akan dilengkapi dengan peralatan serta perlengkapan pendukung.

 

Sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan identitas Ambon sebagai City of Music, Pemerintah Kota Ambon terus melibatkan komunitas kreatif dalam berbagai kegiatan.

Hingga semester pertama 2026, Pemkot telah menyelenggarakan sejumlah event yang melibatkan komunitas ekonomi kreatif. Pada tingkat komunitas juga telah dilaksanakan puluhan kegiatan kreatif dengan melibatkan UMKM.

Ia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi Kota Ambon, khususnya dengan memberikan ruang yang lebih luas kepada generasi muda.

Baca Juga  Soal BOK Maluku, Yan Aslin Noor: Semua Anggaran Ada di Kabupaten/Kota

Meski berbagai capaian telah diraih, Bodewin mengakui masih banyak persoalan pembangunan yang harus diselesaikan bersama.

Salah satunya adalah tingkat pengangguran yang masih tinggi. Selain itu, persoalan kualitas infrastruktur, jalan rusak, akses air bersih, pengelolaan sampah, kerentanan terhadap bencana, ketimpangan distribusi penduduk dan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Ambon.

Karena itu, ia mengajak DPRD, pemerintah, dunia usaha, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga Kota Ambon untuk mengambil bagian dalam menyelesaikan berbagai persoalan tersebut.

“Tidak ada yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini sendiri. Pemerintah kota pun tidak mampu. Karena itu, mari kita bekerja bersama-sama untuk meminimalisir berbagai persoalan yang menjadi tantangan bagi kota ini,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Ambon bersih tidak hanya berkaitan dengan kebersihan fisik kota, tetapi juga menyangkut kebersihan tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, perilaku masyarakat serta upaya mencegah praktik korupsi dan pungutan liar.

Ia mengajak masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sungai dan pesisir, merawat fasilitas publik, menjaga hutan serta sumber daya alam.

“Kita jadikan kebersihan sebagai budaya, bukan sekadar program,” katanya.

Sementara konsep Maluku Sehat, lanjut Bodewin, harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, pola hidup sehat, ketahanan pangan, sanitasi, gizi, pendidikan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sedangkan Indonesia Maju harus diwujudkan dengan mempersiapkan generasi muda Kota Ambon agar mampu bersaing melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kreativitas, karakter, integritas serta tetap berpegang pada nilai budaya dan kearifan lokal.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban, persaudaraan, laut dan pesisir, hutan, fasilitas publik serta toleransi.

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon bekerja keras, bekerja cerdas dan yang terpenting bekerja dengan benar.

“Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan benar-benar bermanfaat bagi warga Kota Ambon,” tandasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, DPRD Kota Ambon, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh pihak yang selama ini ikut bergandengan tangan membangun Kota Ambon.

Menurutnya, kebersamaan seluruh elemen masyarakat merupakan modal utama untuk membawa Kota Ambon menuju masa depan yang lebih baik. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Proses Penetapan dan Pelantikan Walikota Baru, Tahapan dan Persiapan Terbaru

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Instruksikan Penanganan Terintegrasi Pasca Insiden Pohon Tumbang

Kota Ambon

Kuasa Hukum Bodewin Wattimena Laporkan Dugaan Hoaks dan Fitnah ke Polda Maluku

Kota Ambon

DLHP Ambon Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah,  Gaspersz: Kesadaran Masyarakat Harus Dimulai dari Rumah

Kota Ambon

AUDITOR INTERNAL KEJAKSAAN TINGGI MALUKU, MENJADI AHLI DI PERSIDANGAN KASUS TIPIKOR ADD/DD NEGERI WAHAI

Kota Ambon

Tetap Semangat di Hari Kelima, Wattimena  Siap Menuju Indonesia Emas 2045

Kota Ambon

Resmi Dilantik Presiden, Bodewin – Ely Ikut Retret di Akmil Magelang

Economy

Pertumbuhan Investor Pasar Modal Indonesia Meningkat Tajam, Maluku dan Maluku Utara Tunjukkan Perkembangan Positif