Home / DPRD Maluku / Economy

Rabu, 3 Desember 2025 - 07:07 WIB

Diduga Lakukan Penimbunan dan Penjualan BBM Ilegal, DPRD Maluku Desak Pertamina Tutup  Sementara SPBU Tepa Pulau Babar

Oplus_131072

Oplus_131072

 

 

 

Ambon, PT- Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Suanthie Jhon Laipeny, mendesak penutupan sementara SPBU Tepa di Pulau Babar milik pengusaha berinisial ML.

Desakan ini muncul setelah adanya dugaan kuat praktik penyimpangan distribusi BBM, penimbunan ilegal, serta penjualan BBM dengan harga jauh di atas ketentuan resmi Pertamina.

Menurut Laipeny, masyarakat Tepa terpaksa membeli BBM dari pengecer yang diduga memperoleh pasokan langsung dari SPBU melalui cara-cara ilegal, seperti menggunakan pompa air, menampung BBM di gudang pribadi, hingga menjual kembali dengan harga yang tidak wajar.

“Harga resmi pertalite di SPBU sekitar Rp12.800, tapi sore hari masyarakat sudah membeli di harga Rp18.000 per liter. Bahkan ada yang menjual hingga Rp500 ribu untuk sekitar 33 liter,” tegas Laipeny dalam rapat bersama mitra Komisi II, Senin (1/12/2025).

Baca Juga  Wujudkan Literasi dan Inklusi Keuangan, TPAKD Tual dan Malra Dikukuhkan

Laipeny juga mengungkap adanya temuan 15 hingga 20 drum BBM yang disimpan di sebuah gudang pribadi dekat pantai, bukan di fasilitas resmi Pertamina. Ia menilai praktik ini sangat merugikan masyarakat di pulau-pulau kecil, terutama saat musim angin barat ketika distribusi BBM kerap terhambat.

Selain itu, SPBU Tepa juga dinilai tidak menjalankan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat karena hanya buka mulai pukul 09.00 WIT tanpa alasan jelas.

Baca Juga  Bank Indonesia Maluku Buka Pendaftaran Kompetisi QRIS Jelajah Indonesia 2026, Angkat Potensi Kuliner Daerah

“Ini jelas menghambat aktivitas masyarakat. Mereka butuh BBM sejak pagi untuk bekerja,” tambahnya.

Laipeny menegaskan,  dirinya menunggu langkah tegas Pertamina dan pemerintah daerah. Jika tidak ada tindakan, ia siap turun langsung melakukan klarifikasi di lapangan.

“Kalau tidak ada jawaban, saya turun langsung. Masyarakat sudah sangat dirugikan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sales Branch Manager Maluku II Pertamina, Yasudah, memastikan pihaknya akan menelusuri kondisi SPBU Tepa.

“Kami akan cek langsung di lapangan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk alasan pembatasan pembelian BBM,” jelasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Peran Media Sangat Krusial, BI Maluku Dorong Sinergi Informasi dan Stabilitas Ekonomi Daerah

Economy

PESTA GOOOLL! HADIRKAN KESERUAN NONTON BARENG PESTA BOLA DUNIA 2026 DI HOTEL SANTIKA PREMIERE AMBON

Economy

Maret 2024, Presentase Penduduk  Miskin di Maluku Turun 16,05

Economy

Harmoni Laut Ambon, Aksi Konservasi Bawah Laut Pertamina Patra Niaga

DPRD Maluku

DPRD Maluku Siapkan Ruang Khusus untuk Badan Kehormatan, Jaga Etika dan Integritas Lembaga

Economy

Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Liter Minyak Tanah di Papua Maluku Saat Libur Iduladha

Economy

BUKA RAKORDA TPAKD, SEKDA : PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN I 2025 DI ATAS NASIONAL

DPRD Maluku

DPRD Maluku Minta BKD Buka Data Penempatan ASN dan PPPK Pendidikan Secara Transparan