Home / Kab.Kep.Aru

Senin, 10 Juni 2024 - 19:48 WIB

Bahas Masalah di Maluku, Inflasi Jadi Poin Serius Untuk Dikomunikasikan

Ambon – Dalam rangka pengendalian Inflasi Tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC), maka Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi secara hybrid pada Senin, (10/6/2024), berpusat di Sasana Bhakti Praja Kemendagri, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Mengikuti secara virtual dari Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku Ir. Sadali Ie, M.Si.,IPU, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Plh Sekretaris Daerah Maluku, Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan Provinsi Maluku, Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Maluku, Pimpinan OPD Lingkup Pemerintah Provinsi Maluku dan unsur terkait.

Sadali dalam arahannya menyampaikan bahwa Ada 4 cara penanganan TBC, yakni temukan penderitanya, keluarga disekitarnya diberikan obat pencegahnya, pastikan penderita minum obat, dan harus selesai 4-6 bulan.

Baca Juga  Demokrat Targetkan Tambah Kursi DPR RI dan DPRD di Maluku, Mesin Partai Akan Dimaksimalkan

“Hal ini harus dikoordinasikan dengan Kabupaten/Kota, ditanyakan berapa jumlah penderita TBC, dan memberikan langkah-langkah strategis atau alternatif yang harus dilakukan, agar tidak terjadi lagi penambahan pasien,” terang Sadali.

Ia juga mengajak untuk semua pihak yang hadir agar menjadi agen-agen informasi, sehingga ketika mengetahui ada yang menderita penyakit TBC bisa segera diinfokan ke Dinas Kesehatan.

Selain TBC yang harus dikoordinasi lagi lebih lanjut dengan pihak terkait, Sadali juga turut membahas tentang prevalensi stunting, dimana ia berharap agar setiap OPD yang beririsan harus membahas langkah-langkah penanganannya untuk mencapai target nasional 14% di tahun 2024, dan Maluku 20%.

Baca Juga  Automated Containers Make Organic Urban Farming Feasible

Membahas terkait inflasi, Sadali mengatakan, akan dikomunikasikan kembali dengan penjabat Walikota Ambon, karena Kota Ambon turut mendorong inflasi di Provinsi Maluku naik.

“Inflasi di Kota Ambon naik dikarenakan harga ikan yang melonjak karena cuaca ekstrem, terkait hal ini, Pemerintah sedang membahas untuk memaksimalkan cold store yang ada, agar di saat harga ikan murah, maka akan ditampung, sehingga ketika harga kembali naik maka dapat dijual untuk menstabilkan harga ikan di pasaran,” ujarnya.

Penjabat Gubernur juga menegaskan, Pemerintah akan berusaha mencari solusi bersama, sehingga Inflasi di Bulan Juni ini bisa menurun, apalagi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Adha. (PT-02)

Share :

Baca Juga

Kab.Kep.Aru

Waas : Sejahterakan Masyarakat, Ambon Perlu Pembangunan Lebih Baik

Kab.Kep.Aru

ABK Asal Kepulauan Aru Berhasil Ditemukan Tim SAR Gabungan 

Kab.Kep.Aru

Aviation Fuel Terminal Babullah Ternate Gelar Trauma Healing

Kab.Kep.Aru

Pj. Wali Kota Serahkan Sertifikat Admin Pengelola Website

Kab.Kep.Aru

Mail : Pengoperasian Kapal Nelayan dan TPI Harus Penuhi Standar

Kab.Kep.Aru

Mei 2024, Curah Hujan Tinggi Pengaruhi Inflasi Maluku Meningkat

Kab.Kep.Aru

Tingkatkan Kepedulian Bagi Masyarakat, Wenno – Asyathri Sumbang Hewan Kurban

Kab.Kep.Aru

Bandara Pattimura Ambon Berangkatkan Embarkasi Haji Antara