Home / Headline

Rabu, 19 Agustus 2026 - 17:01 WIB

Anak-Anak Mata Rumah Rehatta Desak Pemkot Ambon Segera Fasilitasi Voting Raja Negeri Soya

AMBON, Pusartimur.com — Anak-anak Mata Rumah Tau (Parenta) Rehatta Negeri Soya meminta Pemerintah Kota Ambon segera memfasilitasi proses pemilihan atau voting terhadap dua calon Raja Negeri Soya.

Permintaan tersebut disampaikan Carolus Rehatta, selaku Kepala Mata Rumah Parenta Rehatta, saat ditemui di Balai Kota Ambon, Rabu (19/8/2026). Ia mengatakan, pihaknya bersama anak-anak Mata Rumah Rehatta telah menyampaikan pernyataan sikap terkait polemik penetapan Kepala Pemerintahan Negeri Soya.

Anak-anak Mata Rumah Tau/Parenta Rehatta meminta Pemerintah Kota Ambon segera melaksanakan atau memfasilitasi voting terhadap dua calon Raja Negeri Soya, yakni Herve Jones Rehatta dan Rudolf Mesac Reno Rehatta.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Carolus Rehatta, selaku Kepala Mata Rumah Parenta Rehatta, bersama anak-anak Mata Rumah Rehatta Negeri Soya.

Permintaan tersebut disampaikan pada Rabu, 19 Agustus 2026. Sebelumnya, pernyataan sikap tertulis telah dibuat dan ditandatangani anak-anak Mata Rumah Rehatta pada 14 Agustus 2026.

Baca Juga  Akademisi Harap Gubernur Maluku Profesional Pilih Pimpinan OPD

Penyampaian sikap dilakukan di Balai Kota Ambon, ditujukan kepada Wali Kota Ambon.

Mereka meminta proses pemilihan segera dilakukan karena hingga saat ini, menurut pihak Mata Rumah Rehatta, belum dilaksanakan pengumpulan dan voting untuk menentukan calon Raja Negeri Soya. Mereka menilai seluruh pihak yang memiliki hak dalam proses tersebut perlu dilibatkan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Carolus, pihaknya meminta Pemkot Ambon mengambil langkah untuk memfasilitasi proses pemilihan secara terbuka dan melibatkan anak-anak Mata Rumah Rehatta. Permintaan tersebut juga dituangkan dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani 24 anak-anak Mata Rumah Rehatta.

oplus_32
oplus_32

Carolus menjelaskan, Mata Rumah Tau/Parenta Rehatta merupakan salah satu mata rumah yang memiliki hubungan genealogis dengan sejarah pemerintahan di Negeri Soya.

Ia juga merujuk pada proses musyawarah anak-anak Mata Rumah Rehatta yang sebelumnya telah dilakukan, termasuk pertemuan pertama untuk menentukan calon Kepala Pemerintahan Negeri Soya pada 18 September 2024.

Baca Juga  Lanjutkan Program, Dominggus Kaya IkutI SK Mendagri

“Yang kami harapkan adalah proses ini segera dilaksanakan melalui voting terhadap dua calon yang ada, sehingga persoalan penetapan Raja Negeri Soya dapat diselesaikan melalui mekanisme yang jelas dan dapat diterima semua pihak,” ujar Carolus.

Dalam surat pernyataan sikap tersebut, anak-anak Mata Rumah Rehatta juga menyebut dua nama calon Raja Negeri Soya, yakni Herve Jones Rehatta dan Rudolf Mesac Reno Rehatta, serta mengaitkannya dengan Putusan PTUN Ambon Nomor 33/G/2024/PTUN.ABN.

Carolus berharap Pemerintah Kota Ambon dapat memberikan ruang bagi seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik, transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin persoalan ini diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak berlarut-larut. Karena itu, kami meminta pemerintah segera memfasilitasi proses voting,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya siap mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah sepanjang proses tersebut melibatkan pihak-pihak yang memiliki hak dan dilaksanakan secara terbuka serta bertanggung jawab.

Share :

Baca Juga

Headline

Dukung Kegiatan Polantas Menyapa, Jasa Raharja Bekali Komunitas Ojol Edukasi Keselamatan dan PPGD

Headline

Wagub Tidak Hadir Dalam Momen Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemda Maluku, Jadi Isue dan Sorotan Publik Tidak Harmoni

Headline

KODAERAL IX TERIMA KUNJUNGAN EDUKATIF SISWA SMP KALAM KUDUS AMBON

Headline

BANDARA PATTIMURA AMBON LAYANI KEBERANGKATAN JAMAAH MENUJU TANAH SUCI

Headline

Pendataan Pengguna Pertalite dengan QR Code, Upaya Pertamina Patra Niaga Wujudkan Subsidi Tepat

Headline

Mendagri Siapkan Solusi Penataan PPPK, Masa Transisi Batas Belanja Pegawai Diperpanjang

Headline

Hilang kontak dalam perjalanan Pulau Misol – Seram Bagian Timur, seorang nelayan asal Kab, Maluku Tengah dalam pencarian Tim SAR Gabungan

Headline

Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Tual Sepakati Sosialisasi Keselamatan di Sekolah