Home / Economy / Kota Ambon

Senin, 6 Oktober 2025 - 11:10 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Penurunan Kemiskinan Jadi Capaian Positif Semester Pertama 2025

Oplus_0

Oplus_0

Ambon, PT-  Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan rasa syukur atas capaian positif berbagai indikator makro ekonomi Kota Ambon pada semester pertama tahun 2025.

Meski menghadapi tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal, kinerja pembangunan daerah tetap menunjukkan tren membaik.

“Kalau kita lihat, walaupun pertumbuhan ekonomi menurun dari 5,9 persen menjadi 4 persen, namun stabilitasnya masih terjaga. Sementara angka kemiskinan berhasil turun dari 5,13 persen menjadi 4,3 persen. Ini hal yang patut kita syukuri,” ungkapnya, Senin (6/10/2025).

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait, mulai dari instansi vertikal, perbankan, hingga pelaku usaha. Pemerintah Kota Ambon terus melakukan efisiensi dan memaksimalkan belanja daerah agar berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Bank Indonesia Luncurkan Laporan Perekonomian Indonesia 2025

“Inflasi juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan rilis BPS bulan September, angka inflasi di Ambon kembali turun. Ini menunjukkan kerja sama semua pihak berjalan baik,” tambahnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Ambon akan terus mendorong sinergi dengan berbagai sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban agar investor semakin tertarik menanamkan modal di Kota Ambon.

Baca Juga  Super Brand Day Telkomsel dan Erajaya di Indonesia Timur, Berikan Banyak Keuntungan Pelanggan dari Diskon hingga Hiburan Digital Gratis

“Kalau kota ini aman, tentu akan banyak investor yang datang. Investasi akan membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan menurunkan angka kemiskinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Walikota menjelaskan bahwa setiap tahun pemerintah daerah menetapkan target capaian indikator makro dalam RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Indikator tersebut mencakup tingkat kemiskinan, inflasi, dan pengangguran, yang menjadi dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan APBD Kota Ambon.

“APBD berfungsi sebagai faktor pendorong untuk memastikan indikator-indikator makro ekonomi bisa dicapai. Walaupun nanti realisasinya bisa berbeda, kita tetap memiliki standar yang harus diupayakan,” tutupnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

Kejati Maluku – PT Pelindo 4 Ambon Lakukan MoU

Economy

Ekonomi Maluku Triwulan II-2024 sebesar 3,12 Persen 

Economy

Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Tambah Alokasi Suplai Minyak Tanah untuk Maluku Tenggara

Economy

RUPS Tahunan 2026 Bank Maluku-Malut: Aset Tembus Rp10,55 Triliun, Laba Bersih Naik 53 Persen

Kota Ambon

Kanwil  Agama Promal Akan Kembalikan Anggaran Proyek Miliaran Rupiah

Economy

Jasa Raharja Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak untuk Ops Lilin selama Nataru 2025—2026

Economy

Pemkot Ambon dan Bank Sampah Bumi Lestari Teken MoU untuk Pengelolaan Sampah Terpadu

Economy

BI : Harga Terkendali, Agustus 2024 Maluku Deflasi