Bali, PT – Jasa Raharja menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Data Penumpang Pesawat Udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (8/8). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akurasi dan integrasi sistem data penumpang, yang menjadi dasar pengutipan Iuran Wajib Pesawat Udara (IWPU).
Acara ini dihadiri Plt. Direktur Utama Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI Agustinus Budi H, Kepala Otoritas Bandar Udara Kelas 1 Wilayah IV Bali Nusra Cecep Kurniawan, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab, serta perwakilan maskapai penerbangan.
Dalam sambutannya, Dewi Aryani Suzana menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat evaluasi teknis, tetapi juga memperkuat perlindungan negara bagi penumpang pesawat udara.
“Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, terdapat komponen iuran wajib asuransi pada tarif pelayanan angkutan udara. Komponen ini bukan sekadar angka dalam tiket, tetapi jaminan perlindungan negara bagi setiap penumpang yang sah,” ujar Dewi.
Jasa Raharja, sebagai BUMN yang diberi mandat oleh negara melalui UU No. 33 dan 34 Tahun 1964, berkomitmen memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat, termasuk pengguna moda transportasi udara. Sejak 2021, Jasa Raharja bersama Direktorat Angkutan Udara Kemenhub RI telah mengintegrasikan data produksi penumpang angkutan udara niaga berjadwal.
Komitmen tersebut dipertegas melalui kerja sama yang tertuang dalam Kesepakatan Bersama Nomor P/67/SP/2024 dan HK.201/3/24/DRJU.KUM-2024, yang mengatur pemanfaatan data penumpang domestik serta peran Jasa Raharja dalam proses bisnis di bandara.
Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat memahami lebih dalam mekanisme pelaporan dan rekonsiliasi data di lapangan, demi peningkatan akurasi, keselamatan, dan literasi produk Jasa Raharja bagi penumpang.
Menutup acara, Dewi menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra ekosistem penerbangan nasional:
“Harapan kami, kolaborasi ini dapat menciptakan sistem pengelolaan data yang andal dan berkelanjutan, sehingga perlindungan dan keselamatan penumpang dapat semakin terjamin.”
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengguna moda transportasi udara. (PT)









