Ambon, PT – Pemerintah Provinsi Maluku memastikan akan melanjutkan dan mendorong percepatan tiga Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam lima tahun ke depan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Maluku, Anthon Lailossa, usai mengikuti serangkaian diskusi strategis bersama kementerian terkait, di Santika Hotel Ambon, Selasa 27 Mei 2025.
Salah satu proyek yang kembali dibahas adalah Maluku Integrated Port, yang sebelumnya sempat terhenti. Namun berkat komunikasi intensif antara Gubernur Maluku dengan Presiden RI dan pemerintah pusat, pembicaraan terkait proyek ini telah dibuka kembali.
“Proyek Maluku Integrated Port merupakan bagian dari pengembangan ekonomi maritim nasional dan menjadi salah satu prioritas kita,” jelas Lailossa.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan konsep besar bernama Coastal Development, yakni integrasi antara pembangunan jalan pesisir dan Waterfront City Ambon. Program ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
“Diskusi mendalam sudah dilakukan antara pihak kementerian, termasuk Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Menko Marves. Proyek ini akan dimulai dengan studi awal secara komprehensif untuk memastikan lokasi yang tepat,” tambahnya.
Menurut Lailossa, pembahasan dengan Menko Infrastruktur dan Menteri ATR/BPN (AHY) telah membuka kembali jalan bagi sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung proyek ini masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
“Tidak harus bertahan di satu lokasi. Pemerintah pusat dan daerah akan bersama-sama menentukan lokasi paling strategis sesuai usulan Gubernur, misalnya Tantui atau Wai Wasarisa, tapi semua akan diputuskan berdasarkan hasil studi yang kuat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembicaraan ulang yang telah dimulai kembali setelah lama terhenti. Ini menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mencapai kemajuan signifikan dalam lima tahun mendatang.
“Yang penting adalah kita sudah memulai kembali dengan pendekatan yang tepat dan koordinasi lintas kementerian yang solid,” tutup Lailossa. (PT)









