Home / DPRD Maluku / Economy / Politik

Sabtu, 17 Mei 2025 - 18:51 WIB

Watubun: PDI Perjuangan Jadi Inisiator Diskusi Publik Soal Efisiensi Anggaran, Rakyat Harus Didengar

Ambon, PT-  Ketua DPRD Provinsi Maluku yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan diskusi publik yang digelar oleh DPD PDI Perjuangan di Hotel Pacific, Sabtu 17 Mei 2025.

Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyerap aspirasi rakyat terkait kebijakan efisiensi anggaran yang tengah menjadi sorotan.

“PDI Perjuangan menjadi partai pertama yang menginisiasi forum ini. Antusiasme masyarakat luar biasa, dan aspirasi yang disampaikan menjadi bahan penting dalam menyusun langkah politik ke depan,” ujar Benhur.

Benhur menegaskan bahwa partai politik wajib terhubung langsung dengan rakyat, bukan sekadar memainkan opini di ruang publik. Menurutnya, gagasan politik yang kuat hanya bisa lahir dari kedekatan dan dialog nyata dengan masyarakat.

“Partai bukan menara gading. Ia harus menyatu dengan rakyat, hadir di tengah mereka, dan menyuarakan kegelisahan mereka ke ruang kebijakan.”tukasnya.

Baca Juga  Jasa Raharja Serahkan Santunan bagi Keluarga Korban Kecelakaan Bus Probolinggo

Kebijakan efisiensi yang diberlakukan pemerintah pusat ternyata belum melalui evaluasi menyeluruh, namun sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat.

“Kami ingin memetakan persoalan ini secepat mungkin. Hasilnya akan menjadi referensi penting saat pembahasan APBD pada Juli nanti,” tegasnya.

Diskusi publik ini melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari akademisi, aktivis, pelaku usaha, tokoh adat, hingga kelompok profesi yang dapat menciptakan narasi perjuangan yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Benhur menegaskan bahwa hasil diskusi tidak akan berhenti di ruang wacana. Fraksi PDI Perjuangan akan memperjuangkannya menjadi rekomendasi kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat.

“Kami akan bawa hasil diskusi ini ke DPP dan fraksi di DPR RI. Di Maluku, kami akan membangun koalisi politik dengan partai lain agar ini jadi keputusan bersama,” paparnya.

Baca Juga  Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Lanjut Benhur, adapun isu-isu Strategis yang Muncul:

1. Ketimpangan Perhitungan Dana Alokasi Umum (DAU)

2. Kebijakan Menteri KKP soal penangkapan terukur yang belum berpihak pada daerah penghasil seperti Maluku

3. Regulasi yang tumpang tindih dan tidak pro-rakyat

4. Pentingnya mendaratkan hasil tangkapan laut di Maluku untuk mendorong PAD

Benhur menutup pernyataannya dengan seruan kepada semua partai dan organisasi masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan kolektif membela kepentingan daerah.

“Kami hanya pemantik. Perjuangan ini milik semua pihak yang peduli pada nasib rakyat Maluku. Kita harus menyatukan kegelisahan, kepentingan daerah, dan arah kebijakan nasional dalam satu narasi perjuangan bersama.”tandasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pertamina Apresiasi Pengawasan Subsidi di Jayapura dan Manokwari

Economy

Swiss-Belhotel Ambon Hadirkan Promo Kuliner Istimewa di Swiss-Café dan Sky-Bar

Economy

Sinergi, Kolaborasi dan Digitalisasi Dorong Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Lampaui 16 Juta

Economy

Pertamina dan Hiswana Migas Bantuan Korban Banjir Halmahera Utara

Economy

Pulau Manipa Sasaran Terakhir Baksos dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

Economy

Satu Dekade IndonesiaNEXT, Telkomsel Siapkan Talenta Digital Berkompetensi AI untuk Jawab Kebutuhan Industri Digital

Economy

Pemda SBB Gelar Operasi Pasar Jelang Idulfitri 1446 H, Pastikan Stok dan Harga Stabil

Economy

Sambut Bulan Suci Ramadhan,  Disperindag Siapkan 2.000 Paket Sembako di Pasar Murah