Home / Kota Ambon

Kamis, 16 Mei 2024 - 15:45 WIB

Perkuat Keberagaman di Kota Ambon, Ini Penjelasan Wattimena

module: a; 
hw-remosaic: 0; 
touch: (-1.0, -1.0); 
modeInfo: ; 
sceneMode: Auto; 
cct_value: 0; 
AI_Scene: (-1, -1); 
aec_lux: 114.0; 
hist255: 0.0; 
hist252~255: 0.0; 
hist0~15: 0.0;

module: a; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 114.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Ambon, Pusartimur.com- Untuk memperkuat Keberagaman, Kementerian Agama bersama Pemerintah Kota Ambon menggelar kegiatan Penguatan SDM Pojka Kampung Moderasi Beragama Kementerian Lembaga dan Lintas Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Kegiatan yang digagas ini berlangsung di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, (Kamis, 16/5/2024).

Penjabat Walikota Ambon, Bodewin Wattimena mengatakan, perlu disadari sungguh
bahwa kehidupan baik di negara Indonesia, Provinsi Maluku dan Kota Ambon semakin Majemuk.

“Kita mendiami Kota Ambon dengan beragam suku, agama, ras, budaya antar golongan. Karena itu, dengan keberagaman yang demikian maka dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai sebuah kekuatan untuk membangun Kota Ambon, kalau keberagaman ini di kelola dengan baik dan benar,” katanya.

Akan Tetapi sebaliknya, jika kita tidak mampu mengelola dengan baik maka bisa menjadi potensi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan selaku warga kota, provinsi dan Indonesia.

Baca Juga  Penetapan Hak Wali dan Hak Jual Warisan Diduga Tak Adil, Hakim Wilson Manuhua Diadukan ke Ketua PT dan Ketua PN Ambon

Oleh karena itu, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk terus menjaga keeratan hubungan masyarakat dalam keberagaman dimaksud.

Untuk itu, Pemerintah yang melakukan berbagai kebijakan pengaturan ini melalui Keprea Nomor 58 tahun 2023 tentang penguatan moderasi beragama, memberikan panduan kepada kementerian lembaga pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengupayakan penguatan moderasi agama di berbagai wilayah di NKRI.

“Maksudnya dapat dipahami secara bersama bahwa banyak nilai-nilai kebaikan yang diajarkan oleh setiapnya. Kebaikan ini yang musti mempersatukan kita sebagai umat beragama bukan perbedaan yang membuat kita semakin merasa berbeda satu dengan yang lain,” paparnya.

Tak hanya itu, Moderasi beragama ini adalah jalan tengah bagi kita untuk mendapatkan sesuatu yang bisa menyatukan. Oleh karena itu, kementerian agama paling tidak sudah 4 desa moderasi yang dibentuk di kota Ambon, ada juga melalui IAKN, kelurahan Rijali.

Baca Juga  Kejati Maluku Laksanakan Pelatihan Peningkatan SDM Tim Manajemen Media

“Adapun pihak lain mengupayakan seluruh desa/negeri di Kota Ambon mesti ada dalam pola hidup yang sama untuk memaknai keberagaman dalam konsep moderasi beragama. Bukan agama yang di moderasi, tetapi nilai-nilai yang ada itu kita upayakan menjadi alat pemersatu bersama,” cetusnya.

Diharapkan, seluruh masyarakat yang ada di kota Ambon ini saling menghargai, hidup bertoleransi.

“Apabila ada kasus-kasus yang terjadi di daerah lain, jangan sampai terjadi di Kota Ambon, karena kota ini dinilai sebagai kota yang memiliki toleransi umat beragama yang tinggi,” tukasnya. (PT-01)

Share :

Baca Juga

Kota Ambon

PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS PPS DAN PSD KEJAKSAAN TINGGI MALUKU BERSAMA PEMERINTAH PROVINSI MALUKU

Economy

Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Desa Wayame, Menur : Fokus Kembangkan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian

Kota Ambon

Festival Imlek 2577 di Ambon Dorong Ekonomi Kreatif dan Perkuat Toleransi Antarumat

Kota Ambon

Rayakan Penghargaan ASQ Awards 2023, PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Pattimura Berbagi Sembako

Headline

Bodewin: Tunggu Beta Bale

Kota Ambon

Festival Santa Claus Ambon 2025: Wujud Sukacita Natal dan Promosi Pariwisata Kota Ambon

Kota Ambon

Sempat hilang di dalam hutan, tiga pemuda Dusun Weti berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan

Kota Ambon

Pemkot Ambon Kembangkan Aplikasi “Lapor Berita” Untuk Efektivitas Pertanggungjawaban Media Kerja Sama