Home / Kota Ambon

Jumat, 3 Januari 2025 - 20:03 WIB

Jasa Raharja Catat Penurunan Jumlah Santunan selama Nataru

Jakarta, pusartimur.com— Jasa Raharja mengumumkan penurunan jumlah santunan yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Penurunan ini sejalan dengan berkurangnya jumlah kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia, sebagaimana disampaikan dalam acara Penutupan Posko Ops Lilin 2024 yang berlangsung secara serentak pada Kamis, 2 Januari 2024.

Direktur Utama Jasa Raharja, Rivan A. Purwantono, dalam sambutannya di acara ini menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh, jumlah kecelakaan lalu lintas selama Nataru 2024 turun sebesar 11,77%, sementara korban meninggal dunia menurun hingga 12,59%. Dampak positif ini terlihat pada jumlah santunan yang mengalami penurunan signifikan, dengan santunan untuk korban meninggal dunia turun sebesar 30,53% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penurunan ini adalah hasil dari kolaborasi dan sinergi yang sangat baik antara Jasa Raharja dengan berbagai pihak, terutama KORLANTAS POLRI dan seluruh Stakeholders yang terlibat. Walau dalam tugas utamanya Jasa Raharja bergerak paska kecelakaan, tapi kami tetap ingin menjadi bagian dalam usaha preventif dan bersama-sama memikirkan solusinya. Kolaborasi ini akan terus kami lakukan sehingga pada Nataru dan Lebaran yang akan datang, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan berkeselamatan,” ujar Rivan.

Baca Juga  Meriah: Semarak Jalan Santai dalam rangka Perayaan HARHUBNAS Tahun 2024 di Kota Ambon

Pada acara yang ditutup oleh Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi, Komjen Pol Drs.Verdianto Iskandar Bitticacca, M.Hum dan juga dihadiri oleh Direktur Operasional Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan ini, Rivan ikut menekankan pentingnya menjaga pelayanan Jasa Raharja dalam pemberian santunan yang kini semakin cepat.

“Pada Nataru 2024, penyerahan santunan kepada korban kecelakaan rata-rata dilakukan di bawah golden period, yaitu santunan untuk korban luka-luka diberikan dalam waktu 14 menit sedangkan santunan untuk korban meninggal dunia dilakukan dalam waktu di bawah 24 jam. Performa ini akan terus kami jaga,” ungkapnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) POLRI Irjen Pol Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., yang ditunjuk sebagai Kepala Ops Lilin 2024, dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi tersebut.

Baca Juga  Komisi I Fokus Awasi Perusahaan yang Tidak Sesuai UMK di Kota Ambon

“Penurunan kecelakaan lalu lintas di angka 12% merupakan sesuatu yang baik karena upaya-upaya yang kami lakukan bersama seluruh stakeholder telah dapat menekan kecelakaan lalu lintas menjadi 2.497 selama Operasi Lilin 2024. Tak hanya itu, tingkat fatalitas juga turun 13%, artinya 55 nyawa berhasil diselamatkan di jalan dibandingkan tahun lalu,” jelasnya.

Untuk Operasi Lilin 2024 yang berlangsung dari 21 Desember 2024 ini, POLRI menerjunkan 132.237 personel dari jajarannya dan seluruh stakeholder, serta mendirikan 2.794 pos yang terdiri dari pospam, pos pelayanan, maupun pos terpadu.

Dengan hasil yang menggembirakan ini, Jasa Raharja dan seluruh mitra kerja optimis dapat terus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam perjalanan. Penurunan angka kecelakaan ini diharapkan menjadi awal dari perubahan yang lebih baik bagi budaya berlalu lintas di Indonesia. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pemerintah Provinsi Maluku dan Kota Ambon Siap Wujudkan Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat Champion Ship ETPD 2024

Kota Ambon

Desa Hunut Wakili Kota Ambon dalam Lomba Keluarga Sehat Tangguh Bencana 2025

Kota Ambon

Wali Kota Ambon Apresiasi Evaluasi Smart City 2025

Kota Ambon

Revitalisasi Taman Negeri Laha: Harapan Baru di Tahun 2025

Kota Ambon

PT AP I  Serahkan Bantuan untuk Bangun Gereja Jemaat GPM Hatu

Kota Ambon

20 Februari 2026, Pemkot Akan Gelar Festival Ramadhan

Kota Ambon

Bodewin Tutup Proses Penjaringan Tahap Pertama PDI-P

Kota Ambon

Audisi LASQI 2026 Kota Ambon Dibuka, Perebutkan “Golden Ticket” Menuju Nusantara Fest