Home / Economy

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:39 WIB

Percepat Transformasi Ekonomi Digital, Pemkot Ambon – BI Maluku Perkuat Pembayaran Non Tunai

AMBON, PT-  Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku terus memperkuat sinergi dalam mempercepat digitalisasi transaksi daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembayaran digital yang lebih luas dan efisien di Kota Ambon.

Kepala Bidang Verifikasi Pembukuan, Pertimbangan Keberatan, Validasi, dan Pemeriksaan Pajak Kota Ambon, Rudi S. Heljanan, menjelaskan bahwa kolaborasi antara Pemkot Ambon dan Bank Indonesia merupakan implementasi tugas dan tanggung jawab TP2DD dalam mendorong percepatan digitalisasi pembayaran di daerah.

 

Menurut Rudi, dalam struktur TP2DD, Wali Kota Ambon bertindak sebagai Ketua, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku sebagai Wakil Ketua, Sekretaris Kota Ambon sebagai Ketua Harian, sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon menjabat sebagai Sekretaris.

 

Ia menegaskan, koordinasi yang selama ini dibangun bersama Bank Indonesia berjalan sangat baik dan menjadi fondasi penting dalam memperkuat transformasi digital di Kota Ambon.

 

“Koordinasi lintas stakeholder bersama Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, pelaku UMKM, dan Badan Pusat Statistik terus berjalan dengan baik sebagai upaya mempercepat digitalisasi daerah,” ujar Rudi, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga  Berangkatkan 16.500 Peserta Mudik Gratis Kereta Api, Jasa Raharja Hadirkan Fasilitas Khusus bagi Disabilitas

Rudi mengungkapkan, pada 20 Juli 2026, Pemkot Ambon menghadiri pertemuan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku bersama Bank Maluku Malut, Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), pelaku UMKM, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku.

 

Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekosistem digital di Kota Ambon, termasuk koordinasi antarinstansi, implementasi program digitalisasi, serta sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, UMKM, dan lembaga statistik.

 

Hasil pemaparan dari seluruh institusi mendapat apresiasi dari Bank Indonesia Pusat karena dinilai menunjukkan kolaborasi yang solid dalam mendukung percepatan transformasi digital di daerah.

Rudi menilai tantangan terbesar dalam digitalisasi pembayaran saat ini masih terletak pada kebiasaan masyarakat yang lebih memilih menggunakan uang tunai dibandingkan transaksi digital.

Karena itu, edukasi mengenai penggunaan pembayaran non tunai harus terus diperluas dan menjadi tanggung jawab bersama antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kota Ambon.

Sebagai langkah konkret, Pemkot Ambon mendukung program ASN Go Digital yang diinisiasi Bank Indonesia. Program tersebut bertujuan menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelopor penggunaan transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Maluku Jadi Sorotan : Blok Masela dan Peranannya Dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Dalam evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bank Maluku Malut, dan Bank Indonesia, masih ditemukan banyak ASN yang belum memanfaatkan layanan mobile banking meskipun rekening gaji mereka telah menggunakan Bank Maluku Malut.

“ASN harus menjadi teladan, mulai dari kepala daerah, pejabat eselon II hingga eselon III. Jika ASN sudah terbiasa menggunakan transaksi digital, masyarakat akan lebih mudah mengikuti,” tegas Rudi.

Selain menggandeng berbagai instansi, Pemkot Ambon juga berkoordinasi dengan Panitia Kerja DPRD Kota Ambon untuk memperkuat dukungan kebijakan dalam percepatan digitalisasi transaksi daerah.

Pemerintah berharap anggota DPRD dapat ikut berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan pembayaran non tunai.

Menurut Rudi, perubahan budaya transaksi harus dimulai dari lingkungan keluarga. Kebiasaan menggunakan pembayaran digital di rumah diyakini akan mempercepat adopsi transaksi non tunai di tengah masyarakat.

“Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan. Jika keluarga sudah terbiasa menggunakan pembayaran digital, maka masyarakat Ambon akan semakin siap memasuki era ekonomi digital,” pungkasnya. (PT)

Share :

Baca Juga

Economy

Pelanggaran Lawan Arah Masih Jadi Ancaman Keselamatan Berlalu Lintas

Economy

MyPertamina Futsal Competition 2026 Sukses Digelar, Pertamina Dorong Lahirnya Talenta Muda Berprestasi di Jayapura

Economy

Jasa Raharja Jamin Seluruh Korban Tenggelamnya Speedboat Dua Nona di Tanjung Samala, Maluku

Economy

Swiss-BellHotel Ambon dan Zest Hotel Ambon Perkuat Kolaborasi Lewat Program Apresiasi dan Event 2026

Economy

Jasa Raharja dan BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Aplikasi Layanan untuk Percepat Penjaminan Korban Kecelakaan Kerja di Jalan Raya

Economy

Pertamina Gelar Pasar Murah Bagi 1.000 Masyarakat Prasejahtera di Wayame

Economy

Liburan Makin Praktis: Ini Cara Aktivasi Paket IM3 & Tri agar Tetap Terhubung Selama Liburan

Economy

Gelar Audiensi, Jasa Raharja dan Kementerian PANRB Perkuat Koordinasi Tingkatkan Kepatuhan PKB dan SWDKLLJ