Ambon, PT– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Maluku terus memperkuat digitalisasi sistem pembayaran di lingkungan pemerintah daerah melalui program ASN Go Digital.
Sebagai tindak lanjut dari peluncuran program tersebut pada ajang Salam Fest x Moluccas Digifest 2026, KPwBI Maluku menggelar rapat koordinasi yang melibatkan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) se-Provinsi Maluku, serta Bank Maluku Malut secara luring dan daring.
Kegiatan ini bertujuan mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan melalui pemanfaatan sistem pembayaran non-tunai, khususnya penggunaan QRIS dan kanal pembayaran digital lainnya. Langkah tersebut sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Maluku.
Dicky Rahmad Afriyanto, Deputi Kepala BI Provinsi Maluku, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa aparatur sipil negara memiliki peran strategis sebagai teladan dalam penggunaan transaksi digital di tengah masyarakat.
“ASN merupakan agen perubahan yang dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan transaksi digital yang aman, cepat, dan efisien. Melalui program ASN Go Digital, kami berharap penggunaan pembayaran digital semakin masif di lingkungan pemerintahan dan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transaksi non-tunai,” ujar Dicky dalam kegiatan yang dilaksanakan secara Daring, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, digitalisasi pembayaran tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Karena itu, sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi program tersebut.
Dicky menambahkan, Bank Indonesia Maluku akan terus melakukan koordinasi dan pendampingan kepada seluruh pemangku kepentingan guna memastikan percepatan digitalisasi berjalan optimal hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
“Transformasi digital membutuhkan kolaborasi semua pihak. Kami ingin ASN menjadi motor penggerak sehingga budaya transaksi digital dapat semakin meluas dan mendukung pembangunan ekonomi daerah yang modern, inklusif, dan berdaya saing,” katanya.
Program ASN Go Digital merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital di Maluku, yang juga menjadi salah satu fokus dalam pelaksanaan Salam Fest x Moluccas Digifest 2026 sebagai ajang percepatan digitalisasi ekonomi dan sistem pembayaran di daerah. (PT)









