Piru, Pusartimur.com – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berkolaborasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melaksanakan program penanaman sejuta pohon dalam rangka memperingati HUT ke-25 BPOM RI.
Kegiatan penghijauan tersebut berlangsung pada Kamis (21/5/2026) di Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dengan agenda penanaman 1.000 pohon sebagai bagian dari target 12.000 pohon BPOM di Maluku periode 2026–2028.
Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Alvin Tuasuun, yang hadir mewakili Bupati SBB, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPOM Maluku dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pengendalian perubahan iklim.
Dalam sambutannya, Tuasuun menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon ini bukan sekadar seremoni simbolik, tetapi merupakan bentuk nyata komitmen institusi negara dalam mendukung rehabilitasi lingkungan, pengurangan emisi, dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Maluku.
“Sebagai provinsi kepulauan yang rentan terhadap perubahan iklim, abrasi, degradasi lahan, dan kerusakan hutan, Maluku membutuhkan langkah konkret dan kolaboratif,” ujar Tuasuun.
Ia menjelaskan, penanaman pohon memiliki berbagai manfaat ekologis, antara lain meningkatkan daya serap karbon, memperbaiki kualitas udara dan air, mencegah erosi dan longsor, menjaga keanekaragaman hayati, serta memperkuat ketahanan ekosistem pesisir maupun daratan.
Menurutnya, target penanaman 12.000 pohon oleh BPOM di Maluku selama periode 2026–2028 menjadi kontribusi penting bagi upaya pelestarian lingkungan di daerah.
Tuasuun juga menilai sinergi antara BPOM, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten merupakan model kolaborasi ideal dalam mendukung agenda pembangunan hijau dan pengurangan dampak perubahan iklim.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan, monitoring pertumbuhan pohon secara berkala, pendokumentasian, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Selain itu, Tuasuun mengajak seluruh OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten SBB untuk menjadikan gerakan penghijauan sebagai bagian dari program prioritas perangkat daerah yang sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Seram Bagian Barat, terutama kelompok pertanian di setiap kecamatan, desa, dan dusun, menjadikan kegiatan ini sebagai titik tolak komitmen bersama. Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi ekologis bagi generasi mendatang,” tutup Tuasuun. (PT)









